<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8503355467191503943</id><updated>2012-02-01T22:45:27.705+07:00</updated><category term='BM'/><title type='text'>BRIGADE MANGUNI</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://bmi-btg.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8503355467191503943/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bmi-btg.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>D.H.R. TENGOR, SH.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00541196013963510974</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_WUJs4ePg5Zw/S_UQT6QuyuI/AAAAAAAAAVI/dVwFsQCfqnU/S220/Eric+modified.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>22</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8503355467191503943.post-2096614956395102703</id><published>2010-05-26T16:42:00.001+07:00</published><updated>2010-05-26T16:43:23.540+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BM'/><title type='text'>TONAAS WANGKO BRIGADE MANGUNI KECAM KEHADIRAN TIM DEPKUM &amp; HAM</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_WUJs4ePg5Zw/S_zscRayNMI/AAAAAAAAAV4/QT4sIe0EoVY/s1600/Copy+of+DSC_0147.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_WUJs4ePg5Zw/S_zscRayNMI/AAAAAAAAAV4/QT4sIe0EoVY/s320/Copy+of+DSC_0147.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Sikap Ormas Adat &lt;b&gt;Brigade Manguni&lt;/b&gt; yang menentang penggantian Logo Kabupaten Minahasa Tenggara (MITRA) dari burung MANGUNI ke Burung Merpati tetap konsisten. Hal ini dapat dilihat dari sikap aksi-aksi Demo yang dilakukan Ormas Brigade Manguni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru-baru ini sikap menentang penggunaan Logo "&lt;b&gt;PEMULIHAN&lt;/b&gt;" dengan gambar burung Merpati ditunjukan Tonaas Wangko Brigade Manguni &lt;b&gt;DECKY MAENGKOM&lt;/b&gt; dengan mengecam kehadiran Tim dari Departemen Hukum dan HAM baru-baru ini. Kehadiran Tim dari DepKum &amp;amp; HAM adalah menindak lanjuti Konsultasi Pemkab Mitra yang mempermasalahkan Pembatalan Mendagri terhadap Perda Logo Kabupaten MITRA.&lt;br /&gt;Tim DepKum &amp;amp; HAM yang seharusnya datang langsung ke Daerah Mitra batal datang dan memilih pertemuan dengan Pemkab Mitra diadakan di Manado karena &lt;b&gt;Ormas BM&lt;/b&gt; sedang menunggu di Mitra untuk melakukan Demo Penolakan.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;DECKY MAENGKOM&lt;/b&gt; menuding Bupati Mitra &lt;b&gt;TELLY TJANGGULUNG&lt;/b&gt; ingin menghancurkan Adat Minahasa. "Seharusnya Bupati Mitra harus menghormati keputusan Mendagri. Sesuai dengan Perda, lambang Merpati telah ditolak Pemerintah Pusat, lewat surat Kepmendagri Februari lalu" tandas Tonaas BM, Decky Maengkom. Ia menambahkan, Brigade Manguni sebagai Ormas Adat Minahasa menolak keras pemberlakuan Logo PEMULIHAN itu.&lt;br /&gt;DECKY MAENGKOM, yang pada &lt;b&gt;Musyawah Adat Wangko&lt;/b&gt; (Musawang) terpilih kembali sebagai Tonaas Wangko BM menyatakan bahwa sikap Telly Tjanggulung yang tetap ngotot mempertahankan Logo burung Merpati sebagai lambang Daerah Mitra bisa membuat instabilitas di Sulut. "Seharusnya Bupati legowo menerima aspirasi rakyatnya yang tetap menginginkan Lambang Mitra dikembalikan ke lambang yang lama yaitu MANGUNI. Dan bukan menciptakan suasana tidak kondusif antara Bupati dan rakyatnya sendiri" pungkas Decky Maengkom yang sangat disegani anggota BM.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8503355467191503943-2096614956395102703?l=bmi-btg.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bmi-btg.blogspot.com/feeds/2096614956395102703/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bmi-btg.blogspot.com/2010/05/tonaas-brigade-manguni-kecam-kehadiran.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8503355467191503943/posts/default/2096614956395102703'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8503355467191503943/posts/default/2096614956395102703'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bmi-btg.blogspot.com/2010/05/tonaas-brigade-manguni-kecam-kehadiran.html' title='TONAAS WANGKO BRIGADE MANGUNI KECAM KEHADIRAN TIM DEPKUM &amp; HAM'/><author><name>D.H.R. TENGOR, SH.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00541196013963510974</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_WUJs4ePg5Zw/S_UQT6QuyuI/AAAAAAAAAVI/dVwFsQCfqnU/S220/Eric+modified.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_WUJs4ePg5Zw/S_zscRayNMI/AAAAAAAAAV4/QT4sIe0EoVY/s72-c/Copy+of+DSC_0147.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8503355467191503943.post-8883445157776252021</id><published>2010-05-18T00:47:00.002+07:00</published><updated>2010-05-18T15:13:56.622+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BM'/><title type='text'>BRIGADE MANGUNI GO INTERNASIONAL</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_fanS1_MLG34/S_JJ16RX_rI/AAAAAAAABGs/2iUSyQnWk_c/s1600/JLO.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_fanS1_MLG34/S_JJ16RX_rI/AAAAAAAABGs/2iUSyQnWk_c/s320/JLO.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Hampir saja Blog BRIGADE MANGUNI ini saya musnakan dari rotasi belantara dunia maya karena tampilan templates mengalamai error. Saya sudah berusaha memperbaiki dengan keterbatasan pengetahuan soal HTML(bahasa kode untuk program Internet). Koleksi Templates di file "GALERI TEMPLATES" yang saya download selama surving di dunia maya sudah saya coba pasang di Blog BM ini tapi tetap saja error. Templatesnya melorot kebawah menyatu ke sidebar kiri dan itu sangat memalukan sekaligus tidak elok dipandang apalagi dikujungi tamu dari Mancanegara. &lt;br /&gt;Padahal lantaran Blog Brigade Manguni ini saya pernah didatangi Turis dari Negara Paman Sam (AS) untuk di wawancarai menyangkut Budaya Minahasa termasuk eksistensi ORMAS &lt;b&gt;BRIGADE MANGUNI&lt;/b&gt; yang gaungnya ternyata sudah Go Internasional.&lt;br /&gt;DPT Brigade Manguni dengar2 memang sudah dihubungi Masyarakat Kawanua di berbagai Negara termasuk di Jepang dan Negerinya Barack Obama untuk melantik Pengurus BM di Amerika Serikat. Dan lagi...ini ada bocoran... nd lama lagi BM akan merambah Israel. Nah, kalu BM so di Israel pasti Mossad juga akan jadi Anggota BM. He..he..he...jangan dulu katu' percaya karena itu baru sebatas Issu...    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lanjut...mengenai si-Turis dari Amrik yang ternyata Kandidat Doktor dari Universitas Honolulu Hawaii itu rupaya jadi Pengunjung tetap Blog BM ini. Nah, karena belakangan Blog ini mengalami kerusakan wajah (Templates), maka si Bule berwajah mirip Jenniver Lopez (JLO)ini mengirimi saya email begini "Lho...? Eric koq situs BM jadi jelek sih?" tentu saja dalam bahasa makatana mereka (Bah.Inggris) saya jadi malu membaca email si berwajah mirip JLO itu. Saya kirim jawaban begini "I Yayat U Santi !!!" (artinya bukan Saya Yayat Engkau Santi !!!) saya akan usahakan perbaiki wajah BM Miss JLO" gurau saya pada email jawaban. Selanjutnya JLO menjawab via email lagi : "Nanti kalu di Negeriku udah ada BM saya akan masuk jadi Anggota" he..he...he...boleh juga nih bule JLO.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi lantaran email JLO itu semangat saya untuk merenovasi templates Blog BM kembali bangkit. Bukan juga karena email itu tapi karena Blog BM ini telah masuk halaman 1 GOOGLE dengan sekali memasukan kata kunci "BRIGADE MANGUNI" dan Blog BM ini muncul dideretan halaman 1. Co ngoni tes sendiri kwa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Templates/wajah Blog BM ini dapat saya perbaiki walau masih banyak kekurangan yang perlu di poles "sadiki". Wajah dan body Blog BM ini agak elok sadiki dipandang. Walau nd se-elok wajah dan semirip body JLO. Tapi so nd malu-maluin...gt.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8503355467191503943-8883445157776252021?l=bmi-btg.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bmi-btg.blogspot.com/feeds/8883445157776252021/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bmi-btg.blogspot.com/2010/05/brigade-manguni-go-internasional.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8503355467191503943/posts/default/8883445157776252021'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8503355467191503943/posts/default/8883445157776252021'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bmi-btg.blogspot.com/2010/05/brigade-manguni-go-internasional.html' title='BRIGADE MANGUNI GO INTERNASIONAL'/><author><name>DHR.TENGOR,SH.</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_fanS1_MLG34/S-5ypHMA6oI/AAAAAAAABF8/oRXKuPBgTsA/S220/Eric+modified.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_fanS1_MLG34/S_JJ16RX_rI/AAAAAAAABGs/2iUSyQnWk_c/s72-c/JLO.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8503355467191503943.post-8331751710687795446</id><published>2009-06-10T11:04:00.000+07:00</published><updated>2010-05-14T18:26:50.976+07:00</updated><title type='text'>PRESS RELEASE BM KALIMANTAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_fanS1_MLG34/Si81dRU-NNI/AAAAAAAAA8o/kE0V-EI_EsY/s1600-h/BM+Panglima.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 301px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_fanS1_MLG34/Si81dRU-NNI/AAAAAAAAA8o/kE0V-EI_EsY/s320/BM+Panglima.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5345550059695912146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_fanS1_MLG34/Si81OKNJMnI/AAAAAAAAA8g/yu9SGvio9yM/s1600-h/TMP3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 158px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_fanS1_MLG34/Si81OKNJMnI/AAAAAAAAA8g/yu9SGvio9yM/s320/TMP3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5345549800085992050" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;PRES RELEASE&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;div   style="color: rgb(102, 0, 0);font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:10pt;"&gt;&lt;div&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;BRIGADE MANGUNI KALIMANTAN&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="msonospacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="msonospacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;I YAYAT U SANTI........!!!&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="msonospacing" style="text-align: justify;"&gt;Sehubungan dengan kembali mencuatnya persoalan Ambalat, karena manuver Malaysia, maka BRIGADE MANGUNI INDONESIA Wilayah Kalimantan  bersama KOMANDO PERTAHANAN ADAT DAYAK KALIMANTAN menyampaikan pernyataan sikap :&lt;/p&gt;&lt;p class="msonospacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;1.&lt;span style="font-size:7;"&gt;       &lt;/span&gt;Bahwa bertitik tolak pada kesepakatan bilateral tentang pembagian perbatasan wilayah NKRI yang ditandatangani (oleh kedua belah pihak, bukan secara sepihak oleh Malaysia), maka telah disepakati bahwa Ambalat masuk kedalam wilayah NKRI, maka sehubungan dengan hal tersebut apapun alasannya Ambalat adalah bagian integral yang tidak terpisahkan dan tdak mungkin terpisahkan dari wilayah kedaulatan NKRI; &lt;p class="msonospacing" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;2.&lt;span style="font-size:7;"&gt;       &lt;/span&gt;Bahwa karena Ambalat merupakan kedaulatan NKRI, maka berbagai bentuk upaya provokasi yang dilakukan oleh Malaysia atau Negara manapun, HARUS DILAWAN DAN DITUMPAS sampai keakar-akarnya;&lt;/p&gt;&lt;p class="msonospacing" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;3.&lt;span style="font-size:7;"&gt;       &lt;/span&gt;Bahwa sebagai bangsa yang berdaulat dan bermartabat dalam pergaulan internasional, memang wajib bagi kita untuk mengedepankan upaya diplomatic, untuk menyelesaikan melalui jalur diskusi secara elegan, tetapi sebaiknya kita perlu menegakkan pemahaman yang sama diantara Malaysia dan Indonesia, bahwa Ambalat adalah milik NKRI dan bukan milik siapapun juga, sehingga masuk kedalam wilayah NKRI tanpa “permisi” adalah bentuk terhadap pelanggaran kedaulatan suatu Negara (NKRI), jadi ketika upaya diplomatic terus mebrjalan, tetapi ternyata Malaysia secara sepihak telah terus menerus memprovokasi kita dengan berulang kali memasuki wilayah NKRI dengan kapal perang dan pesawatnya maka seharusnya hal ini ditindak lanjuti bukan saja dengan cara diplomatic tetapi peringatan keras bahwa kalau mereka (Malaysia) melakukan hal itu lagi dan TNI menyatakan Perang, maka kami Pasukan Adat Bela Negara BRIGADE MANGUNI INDONESIA Wilayah Kalimantan bersama KOMANDO PERTAHANAN ADAT DAYAK KALIMANTAN siap menjadi Relawan Membantu TNI untuk BERPERANG;&lt;/p&gt;&lt;p class="msonospacing" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;4.&lt;span style="font-size:7;"&gt;       &lt;/span&gt;Bahwa dalam konteks itu, BRIGADE MANGUNI Wilayah Kalimantan menyatakan siap PERANG melawan Malaysia ketika mereka mencoba untuk mengganggu apalagi mengambil wilayah Ambalat. Segala upaya Malaysia untuk mengclaim Ambalat adalah miliknya, harus kita lawan, harus kita “perangi” sampai tuntas demi tegaknya NKRI, karena bagi kami sepenggal wilayah NKRI yang berada diujung bumi sekalipun adalah “warisan” dari Tuhan untuk anak cucu manusia Indonesia, dan karenanya kami siap untuk mempertahankannya hingga titik darah penghabisan;&lt;/p&gt;&lt;p class="msonospacing" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;5.&lt;span style="font-size:7;"&gt;       &lt;/span&gt;Bahwa dengan hal yang sama, pada bulan Maret Tahun 2005, dihadiri oleh ribuan Pasukan Adat Bela Negara BRIGADE MANGUNI INDONESIA bersama KOMANDO PERTAHANAN ADAT DAYAK KALIMANTAN juga telah melakukan apel akbar di Lapangan Sparta Tikala Manado untuk menyatakan kebulatan tekad mempertahankan sampai titk darah penghabisan setiap jengkal tanah NKRI dari ancaman pihak Malaysia;&lt;/p&gt;&lt;p class="msonospacing" style="text-align: justify;"&gt;Mari menjadi bangsa yang bermartabat sekaligus dihormati oleh bangsa-bangsa lain karena kita NKRI memiliki berbagai kekuatan dari Tuhan Yang Maha Kuasa (Opo Empung Wailan Wangko) dan kemampuan phisik serta pikiran manusia Indonesia, sebagai bangsa yang besar sebagai bangsa yang kuat, untuk mempertahan wilayah NKRI dan membalas “serangan” pihak asing atas wilayah NKRI.&lt;/p&gt;&lt;p class="msonospacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="msonospacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Merdeka …!!!       &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;“&lt;i&gt;SEKALI MERDEKA TETAP MERDEKA….SELAMA HAYAT MASIH DIKANDUNG BADAN, KITA TETAP SETIA, TETAP SETIA, MEMPERTAHANKAN INDONESIA, KITA TETAP SETIA, TETAP SETIA, MEMBELA NEGARA KITA”&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="msonospacing"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="msonospacing"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;I YAYAT U SANTI………!!!&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="msonospacing"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="msonospacing"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;BRIGADE MANGUNI WILAYAH KALIMANTAN:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="msonospacing"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt; AP. FARRY A. MALONDA (TONAAS BM BORNEO )&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="msonospacing"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;WURI SUMAMPOUW, SH ( SEK-JEN BM KALIMANTAN )&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="msonospacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold;" class="msonospacing"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;KOMANDO PERTAHANAN ADAT DAYAK KALTIM:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="msonospacing"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;YULIANUS HENOQ SUMUAL SH, Sth. (PANGLIMA)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="msonospacing"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;AIKUL PALIT SH. (SEKRETARIS)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8503355467191503943-8331751710687795446?l=bmi-btg.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bmi-btg.blogspot.com/feeds/8331751710687795446/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bmi-btg.blogspot.com/2009/06/pres-release-brigade-manguni-kalimantan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8503355467191503943/posts/default/8331751710687795446'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8503355467191503943/posts/default/8331751710687795446'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bmi-btg.blogspot.com/2009/06/pres-release-brigade-manguni-kalimantan.html' title='PRESS RELEASE BM KALIMANTAN'/><author><name>DHR.TENGOR,SH.</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_fanS1_MLG34/S-5ypHMA6oI/AAAAAAAABF8/oRXKuPBgTsA/S220/Eric+modified.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_fanS1_MLG34/Si81dRU-NNI/AAAAAAAAA8o/kE0V-EI_EsY/s72-c/BM+Panglima.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8503355467191503943.post-3667453145591327029</id><published>2009-05-26T09:34:00.000+07:00</published><updated>2009-05-26T10:09:35.952+07:00</updated><title type='text'>FRONT PEMBELA  ISLAM KOTA BITUNG DILANTIK VIA PONSEL</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_fanS1_MLG34/ShtcbTQT56I/AAAAAAAAA64/M5OERfIM1BM/s1600-h/FPI.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 256px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_fanS1_MLG34/ShtcbTQT56I/AAAAAAAAA64/M5OERfIM1BM/s400/FPI.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5339963407272765346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pernyataan Sikap seluruh Ormas Adat Kota Bitung dengan Menolak kehadiran Front Pembela Islam di Kota Bitung yang dibacakan dalam Apel Adat pada tanggal 23 Mei 2009 tidak dihiraukan oleh Ormas FPI. Pada hari dan tanggal yang sama ternyata Pengurus Front Pembela Islam Kota Bitung telah dilantik oleh Pengurus FPI pusat melalui Ponsel.&lt;br /&gt;Pelantikan Pengurus Front Pembela Islam (FPI) kota Bitung dibenarkan oleh Juru Bicara FPI Kota Bitung, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Rio E. Turipno&lt;/span&gt;.  Dikatakan Rio E. Turipno, pelantikan Pengurus FPI Kota Bitung dilaksanakan di Mesjid Agung Nurul Huda dan yang melantik adalah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KH Ahmad Shabari Lubis&lt;/span&gt; Sekjen FPI Pusat serta difasilitasi DPD FPI Propinsi Sulut.&lt;br /&gt;Menurut Rio, Jubir FPI Kota Bitung "Apapun yang terjadi, pelantikan ini harus dilakukan. Sekjen FPI juga mengatakan apabila ini dipermasalahkan Kepolisian dan Pemerintah setempat, silakan menuntut DPP FPI Pusat".&lt;br /&gt;Pelantikan FPI Kota Bitung menurut Rio, dihadiri Wakil Ketua DPD FPI Propinsi, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ustad Abdul Rahman Laita&lt;/span&gt;, Sekretaris DPD FPI Propinsi,&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dolfi Paath&lt;/span&gt;, dan Ketua Majelis Syuro FPI Propinsi, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;H Subari M Nur&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Ormas Adat Kota Bitung yang menyatakan menolak kehadiran FPI di Kota Bitung masing-masing : Brigade Manguni, Milisi Waraney, Waraney Esa, Pakasaan, Gemistal, Trisula, Kawatuan Remboken.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8503355467191503943-3667453145591327029?l=bmi-btg.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bmi-btg.blogspot.com/feeds/3667453145591327029/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bmi-btg.blogspot.com/2009/05/front-pembel-islam-kota-bitung-dilantik.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8503355467191503943/posts/default/3667453145591327029'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8503355467191503943/posts/default/3667453145591327029'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bmi-btg.blogspot.com/2009/05/front-pembel-islam-kota-bitung-dilantik.html' title='FRONT PEMBELA  ISLAM KOTA BITUNG DILANTIK VIA PONSEL'/><author><name>DHR.TENGOR,SH.</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_fanS1_MLG34/S-5ypHMA6oI/AAAAAAAABF8/oRXKuPBgTsA/S220/Eric+modified.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_fanS1_MLG34/ShtcbTQT56I/AAAAAAAAA64/M5OERfIM1BM/s72-c/FPI.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8503355467191503943.post-7238804367099033483</id><published>2009-05-22T11:19:00.000+07:00</published><updated>2009-05-26T14:46:51.645+07:00</updated><title type='text'>ORMAS ADAT DI KOTA BITUNG MENOLAK KEHADIRAN FRONT PEMBELA ISLAM</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_fanS1_MLG34/ShueUVPifWI/AAAAAAAAA7A/dq5Aoh1zi8Q/s1600-h/250px-Aksi_FPI+copy.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 250px; height: 399px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_fanS1_MLG34/ShueUVPifWI/AAAAAAAAA7A/dq5Aoh1zi8Q/s400/250px-Aksi_FPI+copy.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5340035855314746722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Brigade Manguni Bitung bersama Ormas Adat yang ada di Kota Bitung akan mengadakan Apel Adat di Lapangan Maesa Bitung pada hari Sabtu, tanggal 23 Mei 2009. Apel Adat bersama seluruh Ormas Adat di Kota Bitung dilaksankan dalam rangka menyikapi persoalan yang terjadi di Kota Bitung. Sebagaimana diketahui, bahwa pada hari Sabtu tanggal 23 Mei 2009, Front Pembela Islam (FPI) akan mengadakan Deklarasi di Kota Bitung. Dalam Apel Adat tersebut akan dibacakan pernyataan sikap seluruh Ormas Adat untuk Menolak Kehadiran Front Pembela Islam (FPI) di Kota Bitung.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8503355467191503943-7238804367099033483?l=bmi-btg.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bmi-btg.blogspot.com/feeds/7238804367099033483/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bmi-btg.blogspot.com/2009/05/ormas-adat-di-kota-bitung-menolak.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8503355467191503943/posts/default/7238804367099033483'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8503355467191503943/posts/default/7238804367099033483'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bmi-btg.blogspot.com/2009/05/ormas-adat-di-kota-bitung-menolak.html' title='ORMAS ADAT DI KOTA BITUNG MENOLAK KEHADIRAN FRONT PEMBELA ISLAM'/><author><name>DHR.TENGOR,SH.</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_fanS1_MLG34/S-5ypHMA6oI/AAAAAAAABF8/oRXKuPBgTsA/S220/Eric+modified.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_fanS1_MLG34/ShueUVPifWI/AAAAAAAAA7A/dq5Aoh1zi8Q/s72-c/250px-Aksi_FPI+copy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8503355467191503943.post-2031046330452021911</id><published>2009-05-12T08:12:00.000+07:00</published><updated>2010-01-13T15:28:46.071+07:00</updated><title type='text'>PERNYATAAN SIKAP BRIGADE MANGUNI KALIMANTAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_fanS1_MLG34/SgjXoPxN8tI/AAAAAAAAA6g/yUjmhJaeiaw/s1600-h/n1593020531_30087724_3295374.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 302px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_fanS1_MLG34/SgjXoPxN8tI/AAAAAAAAA6g/yUjmhJaeiaw/s320/n1593020531_30087724_3295374.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334750845048058578" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PRESS RELEASE&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;“STOP WACANA MENGGANTI LAMBANG BURUNG MANGUNI DENGAN LAMBANG YANG LAIN”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;Mencermati berbagai wacana yang dihembuskan beberapa kalangan, baik dari unsur Legislatif maupun unsur Eksekutif di Kabupaten Minahasa Tenggara, tentang Wacana untuk merubah LAMBANG KABUPATEN MINAHASA TENGGARA, maka dengan ini KOORDINATOR ORMAS ADAT BRIGADE MANGUNI INDONESIA WILAYAH KALIMANTAN menyatakan sikap untuk dijadikan perhatian yang sangat serius sebelum mengambil suatu keputusan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERNYATAAN SIKAP tersebut antara lain :&lt;br /&gt;1.     Siapapun yang mengambil inisiatif untuk merubah Lambang Kabupaten Minahasa Tenggara supaya kembali berpikir arif dan bijaksana serta berhikmat! Hal ini penting disampaikan, karena apabila wacana ini kemudian dibiarkan dan kemungkinan untuk diwujudkan maka, banyak tinjauan mendasar dari berbagai factor yang WAJIB DIPERHATIKAN KEMBALI, bila tidak maka generasi berikut dari generasi penerus masyarakat Minahasa, khususnya Kabupaten Minahasa Tenggara, akan kehilangan sejarah penting terhadap perkembangan bangsa dan kaumnya sendiri;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.     Mengganti Lambang suatu daerah, adalah suatu hal yang tidak saja bersinggungan dengan kepentingan kelompok tertentu, pemimpin tertentu atau waktu tertentu saja, tetapi berdampak pada berbagai sisi kehidupan manusia. Mari lihat dan pertimbangkan dari Sejarah terbentuknya Minahasa, kemudian dilihat dari factor Filosofis awal ketika menetapkan Lambang itu, kemudian dilihat lagi dari sisi Makna Kaedah Kebiasaan Masyarakat dengan Lambang Manguni itu, kemudian bagaimana dengan Keterikatan Emosional antara Lambang Manguni dengan masyarakat Minahasa pada umumnya, dan masyarakat Minahasa Tenggara pada khususnya, dan itu belum termasuk dengan Nilai Nilai Perjuangan yang dirasakan oleh masyarakat dengan Lambang Manguni itu;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.     Kehawatiran, kegelisahaan dan ketakutan yang sangat mendalam juga dirasakan, bahwa penggantian Lambang itu akan bermuara pada hilangnya budaya leluhur yang sangat dijunjung tinggi oleh generasi Toar dan Lumimuut di Minahasa, dan apa yang akan kita katakana pada anak cucu kita tentang sejarah Minahasa apabila ada bagian penggalan sejarah yang ternyata hilang atau bahkan “sengaja dihilangkan”;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.     Dengan berbagai factor tersebut, KELUARGA BESAR BRIGADE MANGUNI WILAYAH KALIMANTAN beserta seluruh jajaran Pengurus, Anggota dan simpatisannya, MENYERUKAN untuk STOP MELANJUTKAN WACANA PENGGANTIAN LAMBANG BURUNG MANGUNI DALAM LOGO KABUPATEN MINAHASA TENGGARA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.     Ada banyak cara untuk berbuat yang terbaik bagi bangsa dan kaum di bumi Minahasa Tenggara, tetapi pasti BUKAN DENGAN MENGGANTI LAMBANG BURUNG MANGUNINYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.     Kami juga adalah generasi penerus pemilik adat dan budaya Minahasa, kalau kami saja yang dirantau TERUS MEMLIHARA, MELESTARIKAN dan begitu bangga pada berbagai adat istiadat, symbol-simbol Minahasa, maka seharusnya para pengambil kebijakan di Minahasa Tenggara harusnya memiliki “rasa yang lebih” untuk terus menjaga kelangsungan dan lestarinya, adat istiadat serta symbol symbol masyarakat Minahasa, khususnya Minahasa Tenggara, kini dan selamanya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I YAYAT U SANTI……………………..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;KOORDINATOR WILAYAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BRIGADE MANGUNI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KALIMANTAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TONAAS BORNEO                                        - SEKRETARIS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Ttd                             &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AP. FARRY A. MALONDA.        WURI SUMAMPOUW, SH&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8503355467191503943-2031046330452021911?l=bmi-btg.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bmi-btg.blogspot.com/feeds/2031046330452021911/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bmi-btg.blogspot.com/2009/05/pernyataan-sikap-brigade-manguni.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8503355467191503943/posts/default/2031046330452021911'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8503355467191503943/posts/default/2031046330452021911'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bmi-btg.blogspot.com/2009/05/pernyataan-sikap-brigade-manguni.html' title='PERNYATAAN SIKAP BRIGADE MANGUNI KALIMANTAN'/><author><name>DHR.TENGOR,SH.</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_fanS1_MLG34/S-5ypHMA6oI/AAAAAAAABF8/oRXKuPBgTsA/S220/Eric+modified.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_fanS1_MLG34/SgjXoPxN8tI/AAAAAAAAA6g/yUjmhJaeiaw/s72-c/n1593020531_30087724_3295374.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8503355467191503943.post-5045366453593020868</id><published>2009-04-28T20:41:00.000+07:00</published><updated>2009-04-28T21:09:30.992+07:00</updated><title type='text'>TONAAS WANGKO  BRIGADE MANGUNI  DECKY MAENGKOM ANCAM USIR TELLY TJANGGULUNG DARI MITRA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_fanS1_MLG34/SfcLUyvNg-I/AAAAAAAAA58/XeOcZX9u5pg/s1600-h/telly-tjanggulng-1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 235px; height: 314px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_fanS1_MLG34/SfcLUyvNg-I/AAAAAAAAA58/XeOcZX9u5pg/s320/telly-tjanggulng-1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5329741135861351394" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_fanS1_MLG34/SfcJqk7DenI/AAAAAAAAA50/xitGqHx0Kw4/s1600-h/Copy+of+DSC_0189.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 195px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_fanS1_MLG34/SfcJqk7DenI/AAAAAAAAA50/xitGqHx0Kw4/s320/Copy+of+DSC_0189.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5329739311086795378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pemkab Kabupaten MITRA Berencana Rubah Lambang Kabupaten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Organisasi adat Brigade Manguni (BM) Minahasa Tenggara (Mitra), berencana akan melakukan demo besar-besaran jika Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mitra tetap pada pendiriannya untuk merubah lambang daerah Kabupaten Mitra yang telah ada.&lt;br /&gt;Hal ini seperti dikatakan Tonaas Wangko BM, Decky Maengkom beberapa hari yang lalu, rencana pemerintah untuk merubah lambang Kabupaten Mitra merupakan bentuk perlawanan kepada warga Mitra itu sendiri. Sebab lambang daerah yang ada saat ini, sudah merupakan lambang yang mengambarkan budaya asli masyarakat Mitra. Sehingga tidak ada alasan bagi pemerintah, untuk melakukan perubahan lambang kabupaten. “Kami akan melakukan demo besar-besaran, dengan menghadirkan massa yang cukup banyak untuk menolak rencana tersebut, bahkan kami akan mendesak agar Bupati Mitra, Telly Tjanggulung (T2) segera membatalkan niat tersebut,” tegas Maengkom. Dikatakannya, DPRD Mitra jangan membahas usulan yang telah dilayangkan oleh pemerintah sebab lambang kabupaten yang baru tersebut sama sekali tidak mencerminkan ciri khas kehidupan warga dan lebih pada soal kepentingan. Itu dikarenakan, Bupati T2 adalah warga etnis Thionghoa (Cina) dan bukan penduduk asli Mitra. Dan kalau perlu, kami atas nama warga akan mendesak agar Tjanggulung untuk segera angkat kaki dari tanah Patokan Esa. “ Kami tidak main-main dengan hal ini, makanya kami tetap mendesak pemerintah dan dewan terhormat untuk membatalkan niat ini, dan jangan sampai kami bertindak yang lebih parah lagi yaitu mengusir Bupati dari negeri kami Patokan Esa,”ancam Maengkom yang terkenal vokal tersebut. Secara terpisah, Kabag Tata Pemerintah Sekdakab Mitra, Yotje Wawointana menegaskan, usulan perubahan lambang kabupaten Mitra sudah di sampaikan ke dewan yang terhormat. Jadi tinggal menunggu jadwal pembahasan, dan memang untuk lambang kabupaten yang baru sangat berbeda dengan yang lama, bahkan di rubah seratus persen. “Pemerintah telah menyampaikan usulan kepada pimpinan dewan, tinggal menunggu waktu atau jadwal dari dewan, sedangkn untuk lambang sendiri mengalami perubahan total,” kata Wawointana polos.&lt;br /&gt;(sumber Koran Manado)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8503355467191503943-5045366453593020868?l=bmi-btg.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bmi-btg.blogspot.com/feeds/5045366453593020868/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bmi-btg.blogspot.com/2009/04/tonaas-wangko-decky-maengkom-ultimatum.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8503355467191503943/posts/default/5045366453593020868'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8503355467191503943/posts/default/5045366453593020868'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bmi-btg.blogspot.com/2009/04/tonaas-wangko-decky-maengkom-ultimatum.html' title='TONAAS WANGKO  BRIGADE MANGUNI  DECKY MAENGKOM ANCAM USIR TELLY TJANGGULUNG DARI MITRA'/><author><name>DHR.TENGOR,SH.</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_fanS1_MLG34/S-5ypHMA6oI/AAAAAAAABF8/oRXKuPBgTsA/S220/Eric+modified.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_fanS1_MLG34/SfcLUyvNg-I/AAAAAAAAA58/XeOcZX9u5pg/s72-c/telly-tjanggulng-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8503355467191503943.post-737538062582603875</id><published>2009-04-25T17:23:00.001+07:00</published><updated>2009-04-25T17:30:13.898+07:00</updated><title type='text'>BURUNG MANGUNI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_fanS1_MLG34/SfLmJbqh9HI/AAAAAAAAA5s/tMS2UFUzPfs/s1600-h/Burung+Manguni.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 226px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_fanS1_MLG34/SfLmJbqh9HI/AAAAAAAAA5s/tMS2UFUzPfs/s320/Burung+Manguni.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5328574358852072562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ditugaskan Jaga Keturunan Toar-Lumimuut&lt;br /&gt;Mitos Burung Manguni Laporan Tenni Assa BAGI rakyat Minahasa burung Manguni atau juga dikenal sebagai burung hantu, tidak sekadar burung kebanyakan. Burung Manguni diyakini sebagai burung istimewa yang juga mempunyai tugas khusus dalam menjaga keselataman umat manusia. Tak heran jika Kabupaten Minahasa juga daerah-daerah pemekaran dari Kabupaten Minahasa masih tetap menggunakan burung Manguni dalam logo daerahnya. Chep Ngangi dalam tulisannya berjudul Tugas Burung Manguni dan Opo-Opo seperti dikutip dalam www.Kearifanlokal.blogspot.com menyebutkan, burung Manguni adalah salah satu ciptaan oleh Roh atau Opo paling atas yang menguasai langit dan bumi. Oleh ‘Opo Empung Wananatas’ tersebut menugaskan kepada burung Manguni (mauni : mengamati) untuk menjaga keselamatan anak-cucu Toar-Lumimuut, berjaga-jaga pada malam hari, tidak boleh tidur dan diberi kemampuan bunyi siul berbeda untuk signal aman atau bahaya. Burung Manguni yang dinamakan ‘Hoot’ (Jawa: burung hantu), bentuknya sebesar burung Kakatua, berbulu hitam keabu-abuan, matanya bulat membelalak menghadap ke depan, ada pula jenis kecil ‘Tootosik’ dinamakan sesuai bunyi siulannya. Pada saat “bertugas” mereka bertengger membelakangi arah datangnya berita, apa bila pertanda baik siulannya syahdu dan apabila ada bahaya suaranya tergesa-gesa lemah seakan berbisik. Pertanda akan ada kemenangan mutlak bila ‘hoot’nya nyaring mengalun dan dilakukan berturut 3 kali 9 (‘telu makasiou’). Atas dasar pemikiran ini maka Jan Timbuleng (sekampung dengan Penulis, Walian) menamakan pasukan Permestanya ‘Brigade 999’ atau Triple Nine. Masih ada jenis burung malam “Ki’ek” yang sambil terbang menyambar rendah dengan suara melengking (satu kali saja) selalu membawa berita ‘awas bahaya sudah dekat’. Ada lagi jenis burung Kookokuk yang belum pernah dilihat karena tempatnya jauh dalam hutan, apabila siulan “kookokuk” nya mendekat menandakan bahaya semakin dekat dan bila suara jauh melemah artinya lawan telah menjauh. Pada siang hari lanjut Chep Ngangi ada burung “Menge’ngekek”, sebesar terkukur, bulu coklat, sayap kuning, ekor hitam panjang apabila tetap bertengger dibelukar dengan suara tawa mengejek tanda ‘awas waspada’ dan bila dia terbang rendah memintas di depan dengan suara panjang “nge’ek” berarti sebaiknya berhenti sebentar atau batalkan perjalanan. Kicauan burung ‘Kuoo’ dan ‘Kowkow’ bersahut-sahutan pada pagi hari menandakan suasana gembira dan tenteram, dan yang sekali-sekali diselingi suara ngantuk berat dari burung ‘Mu’kurz’ yang dijuluki roh penjaga hutan yang kesiangan. Dia meyakini burung-burung tersebut belum melupakan tugas yang diberikan oleh Penciptanya, namun kemajuan teknologi komunikasi moderen dan peralatan deteksi mutakhir telah mengambil alih kewajibannya dan mungkin pula burung-burung tersebut tetap memberi pertanda akan peristiwa kekerasan dan bencana yang akan terjadi, tapi karena habitatnya sudah tergusur jauh ke dalam hutan, maka siulan warning-nya sudah tak terjangkau oleh pendengaran manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Narasumber:www.mdopost.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8503355467191503943-737538062582603875?l=bmi-btg.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bmi-btg.blogspot.com/feeds/737538062582603875/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bmi-btg.blogspot.com/2009/04/burung-manguni.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8503355467191503943/posts/default/737538062582603875'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8503355467191503943/posts/default/737538062582603875'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bmi-btg.blogspot.com/2009/04/burung-manguni.html' title='BURUNG MANGUNI'/><author><name>DHR.TENGOR,SH.</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_fanS1_MLG34/S-5ypHMA6oI/AAAAAAAABF8/oRXKuPBgTsA/S220/Eric+modified.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_fanS1_MLG34/SfLmJbqh9HI/AAAAAAAAA5s/tMS2UFUzPfs/s72-c/Burung+Manguni.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8503355467191503943.post-1941842887894537150</id><published>2009-03-10T12:46:00.001+07:00</published><updated>2010-05-22T00:32:13.273+07:00</updated><title type='text'>APEL ADAT BRIGADE MANGUNI DIIKUTI PULUHAN RIBU ANGGOTA</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_WUJs4ePg5Zw/S_bDd6-VDBI/AAAAAAAAAVs/idgrDGUTJ3U/s1600/DSC_0164.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_WUJs4ePg5Zw/S_bDd6-VDBI/AAAAAAAAAVs/idgrDGUTJ3U/s320/DSC_0164.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Brigade Manguni merayakan Ulang Tahun Ke-VII dengan rangkaian kegiatan RAKERNAS yang dilaksanakan di Hotel Sedona Manado dan puncak acara adalah Apel Adat Wangko yang dilaksanakan di Lapangan Sparta Tikala Manado.&lt;br /&gt;Dalam Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) yang diikuti utusan dari DPD dari 12 Propinsi telah menetapkan beberapa keputusan antara lain : Mengusung TONAAS WANGKO Decky Maengkom sebagai calon Gubernur mendatang.&lt;br /&gt;Sebagai puncak acara ulang Tahun Brigade Manguni telah dilaksanakan Apel Akbar yang berlangsung di Lapangan Sparta Tikala Manado dengan dihadiri Ribuan Anggota Brigade Manguni dari seluruh Indonesia. Dan peserta yang datang dari luar daerah Sulut yang mencolok adalah peserta dari Kalimantan. Brigade Manguni Borneo dipimpin langsung oleh Tonaas Farry A. Malonda yang saat acara mengenakan seragam Brigade Manguni lengkap dengan asesorisnya, termasuk lambang kebangsawanan dayak. Menurut sumber bahwa Tonaas Borneo Farry A. Malonda telah menerima anugrah sebagai bangsawan dengan Gelar Pangeran. Brigade Manguni Borneo juga datang dengan rombongan terbanyak dari luar daerah dengan asesoris adat dayak.&lt;br /&gt;Lapangan Sparta Tikala Manado Senin, 09 Maret 2009 menjadi hitam dengan kehadiran seluruh anggota Brigade Manguni, diperkirakan yang hadir sekitar 10-ribuan anggota BM.&lt;br /&gt;Apel Adat yang berlangsung meriah di Sparta Tikala turut dihadiri Gubernur Sulut, Kapolda Sulut, Kapoltabes Manado dan juga turut dihadiri Prof.DR. Eli Lazam, dalam hal ini sebagai Ketua Majelis Adat Dayak Kalimantan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8503355467191503943-1941842887894537150?l=bmi-btg.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bmi-btg.blogspot.com/feeds/1941842887894537150/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bmi-btg.blogspot.com/2009/03/apel-adat-brigade-manguni-diikuti.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8503355467191503943/posts/default/1941842887894537150'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8503355467191503943/posts/default/1941842887894537150'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bmi-btg.blogspot.com/2009/03/apel-adat-brigade-manguni-diikuti.html' title='APEL ADAT BRIGADE MANGUNI DIIKUTI PULUHAN RIBU ANGGOTA'/><author><name>DHR.TENGOR,SH.</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_fanS1_MLG34/S-5ypHMA6oI/AAAAAAAABF8/oRXKuPBgTsA/S220/Eric+modified.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_WUJs4ePg5Zw/S_bDd6-VDBI/AAAAAAAAAVs/idgrDGUTJ3U/s72-c/DSC_0164.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8503355467191503943.post-600573942942091781</id><published>2009-03-08T08:57:00.000+07:00</published><updated>2009-04-19T02:55:09.796+07:00</updated><title type='text'>RAKERNAS BRIGADE MANGUNI DI HOTEL SEDONA MANADO</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_fanS1_MLG34/Seov9aSwUII/AAAAAAAAAlg/l-M29j9xIuU/s1600-h/DSC_0120.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 134px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_fanS1_MLG34/Seov9aSwUII/AAAAAAAAAlg/l-M29j9xIuU/s200/DSC_0120.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5326122241395544194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_fanS1_MLG34/SeYB2gU3r7I/AAAAAAAAAkw/6ZDEEwa0sYI/s1600-h/3223_70390124773_680839773_1491644_7833998_n.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_fanS1_MLG34/SeYB2gU3r7I/AAAAAAAAAkw/6ZDEEwa0sYI/s200/3223_70390124773_680839773_1491644_7833998_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5324945645314224050" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Rapat Kerja Nasional I (RAKERNAS)&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BRIGADE MANGUNI&lt;/span&gt; yang dilaksanakan di Hotel Sedona Manado pada tanggal 7 Maret 2009 telah menghasilkan beberapa Keputusan antara lain Musyawarah Wangko III(MUSAWANG) Tahun 2010 akan dilaksanakan di Manado dan Apel Akbar di Minahasa Selatan. Dalam Rakernas juga telah mendengar Pertanggung Jawaban TONAAS WANGKO &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dicky Maengkom&lt;/span&gt;, yang telah diterima oleh peserta Rakernas. Dalam pembahasan Komisi-komisi telah merekomendasikan kepada peserta Rakernas agar dalam Pemilu mendatang mendukung kader-kader dari BM. Juga dalam Pilpres mendukung Putra Daerah Prabowo Sobianto sebagai Presiden mendatang.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rakernas juga sepakat tetap mendukung &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dicky Maengkom&lt;/span&gt; sebagai &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TONAAS WANGKO&lt;/span&gt; pada &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MUSAWANG III.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Rakernas I ini diikuti peserta dari Borneo Kalimantan, Makassar, Bali, Jakarta, Palu, Minahasa, Minahasa Selatan, Minahasa Utara, Bitung dan Sangihe Talaud dan daerah-daerah yang Kepengurusannya tinggal menunggu Pelantikan.&lt;br /&gt;Sebelum Rakernas dimulai juga telah dilantik Pengurus Brigade Manguni Bitung dengan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;FEBIAN KALOH, SIP.MSi&lt;/span&gt;, sebagai Tonaas Bitung dan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Christian Egam, SSos&lt;/span&gt;, sebagai Seretaris.&lt;br /&gt;Pada hari Senin tanggal 09 Maret 2009 akan dilaksanakan Apel Akbar BM di Lapangan Sparta Tikala Manado dalam rangka ulang tahun BM ke-7.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8503355467191503943-600573942942091781?l=bmi-btg.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bmi-btg.blogspot.com/feeds/600573942942091781/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bmi-btg.blogspot.com/2009/03/rakernas-brigade-manguni-di-hotel.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8503355467191503943/posts/default/600573942942091781'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8503355467191503943/posts/default/600573942942091781'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bmi-btg.blogspot.com/2009/03/rakernas-brigade-manguni-di-hotel.html' title='RAKERNAS BRIGADE MANGUNI DI HOTEL SEDONA MANADO'/><author><name>DHR.TENGOR,SH.</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_fanS1_MLG34/S-5ypHMA6oI/AAAAAAAABF8/oRXKuPBgTsA/S220/Eric+modified.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_fanS1_MLG34/Seov9aSwUII/AAAAAAAAAlg/l-M29j9xIuU/s72-c/DSC_0120.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8503355467191503943.post-7145151608840314713</id><published>2009-03-07T18:09:00.000+07:00</published><updated>2009-04-19T23:39:02.159+07:00</updated><title type='text'>MUSDA BM BITUNG MENETAPKAN FEBIAN KALOH,SIP.MSi. SEBAGAI TONAAS BM BITUNG</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_fanS1_MLG34/SetTa6STpEI/AAAAAAAAArM/I50sJJZsImQ/s1600-h/DSC_0145.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_fanS1_MLG34/SetTa6STpEI/AAAAAAAAArM/I50sJJZsImQ/s320/DSC_0145.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5326442706083488834" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;BMI-Bitung. I Yayat U Santi Getarkan Gedung Dekot Bitung.&lt;br /&gt;Hasil Musyawarah Daerah (Musda) Brigade Manguni Indonesia (BMI) Kota Bitung, akhirnya menetapkan Fabian Kaloh SIP Msi dan Christian Egam sebagai sebagai Tonaas dan Sekretaris BM Bitung terpilih.&lt;br /&gt;Musda ini sendiri digelar di gedung Dekot Bitung Sabtu (28/2) kemarin yang dihadiri langsung oleh Tonaas Wangko, Decky Maengkom sekretaris Jendral BM Frangky Kowaas dan jajaran pimpinan Brigade Manguni Indonesia (BMI) Sulut. Tak pelak lagi, teriakan khas ala BM membahana di ruang rapat Paripurna Dekot Bitung ketika teriakan I Yayat U Santi didengungkan. Dewan Pimpinan Tonaas, melalui Tonaas Wangko BM Decky Maengkom dalam sambutannya secara terbuka mengungkapkan kalau Bitung adalah bagian dari tanah toar Lumimuut. ”Bitung adalah bagian dari tanah adat Minahasa, untuk itu perlu dijaga kelestarian budayanya,” jelas Maengkom. Tak hanya itu, dirinya mengungkapkan kalau BM Indonesia merupakan satu-satunya organisasi adat yang terdaftar dalam dirjen Kesatuan bangsa dan Politik departemen dalam negeri. “Saat ini BM Indonesia telah mempunyai 16 Dewan pimpinan daerah yang kemungkinan pekan Depan DPD BM Nusa Tengara Timur dan Nusa Tengara Barat akan segera dilantik,” jelas Maengkom. Ketua terpilih Fabian Kaloh SIP Msi dalam menyampaikan visi misinya menyatakan, visinya adalah iplementasi dari AD/ART BM itu sendiri mengingat sebagai komponen BM, pihaknya harus setia pada AD/ART BM sebagaimana amanat kode etik BM Indonesia. “Visi dan misi saya merupakan implementasi dari AD/ART BM sebagaimana amanat kode etik. yang mewajibkan semua komponen BM untuk setia,” katanya. Lebih lanjut, Kaloh berjanji akan menjalin hubungan yang harmonis dengan Pemerintah yang ada, aparat TNI/POLRI, tetapi tetap menempatkan diri sebagai organisasi yang independen dan kritis dalam rangka bersama-sama bergandengan tangan, bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Bitung serta membangun hubungan yang kooperatif dengan organisasi masyarakat lain.&lt;br /&gt;Dikesempatan yang sama, Kaloh juga menyampaikan berbagai program seperti, pertemuan rutin, pengadaan sekretariat, persediaan alat kelengkapan resmi anggota BM sesuai dengan pasal 16 AD/ART (pakaian resmi PRU, PDH dan PDL, red). “Saya juga akan menyiapkan pasukan khusus sesuai pesan Tonaas Wangko, serta membentuk pimpinan-pimpinan Wanua. .(beem)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8503355467191503943-7145151608840314713?l=bmi-btg.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bmi-btg.blogspot.com/feeds/7145151608840314713/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bmi-btg.blogspot.com/2009/03/musda-bm-bitung-menetapkan-febian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8503355467191503943/posts/default/7145151608840314713'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8503355467191503943/posts/default/7145151608840314713'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bmi-btg.blogspot.com/2009/03/musda-bm-bitung-menetapkan-febian.html' title='MUSDA BM BITUNG MENETAPKAN FEBIAN KALOH,SIP.MSi. SEBAGAI TONAAS BM BITUNG'/><author><name>DHR.TENGOR,SH.</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_fanS1_MLG34/S-5ypHMA6oI/AAAAAAAABF8/oRXKuPBgTsA/S220/Eric+modified.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_fanS1_MLG34/SetTa6STpEI/AAAAAAAAArM/I50sJJZsImQ/s72-c/DSC_0145.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8503355467191503943.post-8276167033048631905</id><published>2009-03-05T08:24:00.000+07:00</published><updated>2009-04-19T23:39:43.608+07:00</updated><title type='text'>SUSUNAN PENGURUS BRIGADE MANGUNI INDONESIA KOTA BITUNG PERIODE - 2009-20014</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_fanS1_MLG34/SeouhsDq_yI/AAAAAAAAAlQ/6uF1SAp1hJg/s1600-h/DSC_0142.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 134px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_fanS1_MLG34/SeouhsDq_yI/AAAAAAAAAlQ/6uF1SAp1hJg/s200/DSC_0142.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5326120665616154402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;MUSYAWARAH DAERAH BRIGADE MANGUNI INDONESIA KOTA BITUNG Tanggal 28 PEBRUARI 2009 telah menghasilkan Kepengurusan BM Periode 2009-2014 sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;UNSUR DPD &lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;FEBIAN KALOH, SIP,MSi.  : T O N A A S&lt;br /&gt;CHRISTIAN W. EGAM,SSos.  : Sekretaris&lt;br /&gt;RECKY WEHANTOUW.  : Ka Biro Kamtib&lt;br /&gt;SUHARTO SULENGKAMPUNG, SH. : Ka Biro Hukum dan Penegak Aturan&lt;br /&gt;RIO LUMATAUW   : Ka Biro Perencanaan&lt;br /&gt;FERDY PANGALILA   : Ka Biro Infokom&lt;br /&gt;Dr.PIETER LUMINGKEWAS  : Ka Biro Pembinaan Mental dan Spiritual&lt;br /&gt;Drs.HERMAN ROMPIS  : Ka Biro Logistik&lt;br /&gt;DEWI SUWAWA   : Ka Biro Peranan Wanita&lt;br /&gt;HENRY PUTONG, SE.  : Sekretariat&lt;br /&gt;JHON MAKAHINDA   : Sekretariat&lt;br /&gt;RUDY TUMIMOMOR   : Sekretariat&lt;br /&gt;HORNIS MANGANTAR  : Angg.Biro Kamtibmas&lt;br /&gt;YODY MONTOLALU   : Angg.Biro Kamtibmas&lt;br /&gt;D.H.R. TENGOR, SH.  : Angg.Biro Hukum dan Penegak Aturan&lt;br /&gt;NICO WALONE, SH.  : Angg.Biro Hukum dan Penegak Aturan&lt;br /&gt;TINNO SAMPOUW   : Angg.Biro Perencanaan&lt;br /&gt;JEFRY MAMENTU   : Angg.Biro Perencanaan&lt;br /&gt;HERY LENGKONG   : Angg.Biro Infokom&lt;br /&gt;ROUFY LUMINGKEWAS  : Angg.Biro Infokom&lt;br /&gt;Pdt.ROBBY KAWENGIAN,STh. : Angg.Biro Pembinaan Mental Spiritual&lt;br /&gt;JEMMY LESAR, SSos.  : Angg.Biro Pembinaan Mental Spiritual&lt;br /&gt;BERTY LUMEMPOUW   : Angg.Biro Logistik&lt;br /&gt;WILLY KOYONGIAN, SPd.  : Angg.Biro Logistik&lt;br /&gt;SYANNE KAPOH   : Angg.Biro Peranan Wanita&lt;br /&gt;Ir.MERRY WADUY   : Angg.Biro Peranan Wanita&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span style=";font-family:tahoma;font-size:10;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;WALAK-WALAK&lt;/span&gt; :&lt;br /&gt;JERRY TANOD   : Tonaas Walak Aertembaga&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span style=";font-family:tahoma;font-size:10;"  &gt;FEFRY TIRES : Tonaas Walak Maesa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;ONNY PAPULING   : Tonaas Walak Madidir&lt;br /&gt;STEVY TANGKA, SE.  : Tonaas Walak Matuari&lt;br /&gt;YOPPY RONDONUWU   : Tonaas Walak Girian&lt;br /&gt;ROYKE KARUNDENG   : Tonaas Walak Ranowulu&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;WANUA-WANUA&lt;/span&gt; :&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span style=";font-family:tahoma;font-size:10;"  &gt;NOLDY MANISANG : Tonaas Bitung Barat II&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;CORNELES SAHANBANGUN  : Tonaas Wanua Kakenturan&lt;br /&gt;WENS PANGALILA   : Tonaas Wanua Pinokalan&lt;br /&gt;JHON WENSEN   : Tonaas Wanua Danowudu&lt;br /&gt;RONNY RAINTUNG   : Tonaas Wanua Girian Weru II&lt;br /&gt;JHON MAMENTU   : Tonaas Wanua Bitung Barat I&lt;br /&gt;ALBERT WAWO   : Tonaas Wanua Kadoodan&lt;br /&gt;YOTJE PINONTOAN   : Tonaas Wanua Sagerat&lt;br /&gt;BARRY TUMANDUNG   : Tonaas Wanua Tewaan&lt;br /&gt;EDDY MATINDAS   : Tonaas Wanua Wangurer&lt;br /&gt;FRANGKY MARAGAU : Tonaas Wanua Girian Indah&lt;br /&gt;RICHARD LOMPOLIUW  : Tonaas Wanua Pateten&lt;br /&gt;YONATHAN LANGOYO  : Tonaas Wanua Karondoran&lt;br /&gt;JHONY SUPIT   : Tonaas Wanua Manembo-nembo Atas&lt;br /&gt;JHONY KUBALANG   : Tonaas Wanua Wangurer Barat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Pemegang Mandat MUSDA BM Kota Bitung&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8503355467191503943-8276167033048631905?l=bmi-btg.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bmi-btg.blogspot.com/feeds/8276167033048631905/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bmi-btg.blogspot.com/2009/03/susunan-pengurus-brigade-manguni.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8503355467191503943/posts/default/8276167033048631905'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8503355467191503943/posts/default/8276167033048631905'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bmi-btg.blogspot.com/2009/03/susunan-pengurus-brigade-manguni.html' title='SUSUNAN PENGURUS BRIGADE MANGUNI INDONESIA KOTA BITUNG PERIODE - 2009-20014'/><author><name>DHR.TENGOR,SH.</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_fanS1_MLG34/S-5ypHMA6oI/AAAAAAAABF8/oRXKuPBgTsA/S220/Eric+modified.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_fanS1_MLG34/SeouhsDq_yI/AAAAAAAAAlQ/6uF1SAp1hJg/s72-c/DSC_0142.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8503355467191503943.post-254454234756783181</id><published>2009-03-03T21:06:00.000+07:00</published><updated>2009-04-19T23:41:26.117+07:00</updated><title type='text'>Cerita Toar Lumimu'ut</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_fanS1_MLG34/SetUIFiaN9I/AAAAAAAAArU/EqeCO22r-QM/s1600-h/Toar+dan+Lumimuut+di+Sonder.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_fanS1_MLG34/SetUIFiaN9I/AAAAAAAAArU/EqeCO22r-QM/s320/Toar+dan+Lumimuut+di+Sonder.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5326443482197931986" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;oleh : Jessy Wenas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita banyak mendengar ceritera rakyat Minahasa TOAR-LUMIMUUT tapi kita kadang tidak mengetahui asal mula ceritera itu dan bagaimana orang Minahasa dari generasi ke generasi tetap mengetahui jalannya ceritera tersebut. Ceritera ini termasuk MYTHOS ( Mite) karena pada jaman lampau orang Minahasa menganggap ceritera ini suci dan tidak sebarang di kisahkan, ceritera ini hanya dapat di nyanyikan pada upacara kusus seperti upacara RUMAGES asal kata "reges" artinya angin ataupun upacara MANGORAI, walau kisahnya sama tapi jalan ceriteranya berbeda. Ceritera MYTHOS berbeda dengan LAGENDA yang disebut terahir tidak di anggap suci karena tokoh utama sebuah lagenda hanya berstatus manusia setengah dewa, walaupun kelak setelah leluhur lagendaris itu lama meninggal barulah leluhur itu menjadi dewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ceritera TOAR-LUMIMUUT yang paling lengkap dan yang terbaik kita ambil dari buku " Uit Onze Kolonien" tulisan.H.Van Kol.terbitan thn 1903.halaman.160-165 dalam bahasa Tombulu " De Zang van Karema" ( nyanyian dewi Karema), seperti di kitahui dewa-dewi TOAR - LUMIMUUT adalah leluhur pertama orang Minahasa, kedua manusia pertama orang Minahasa yang menurunkan seluruh orang Minahasa itu ,telah dikawinkan oleh seorang dewi yang bernama KAREMA berwujud wanita tua. KAREMA, LUMIMUUT dan TOAR adalah dewa-dewi leluhur pertama orang Minahasa, sebelum mereka ada juga beberapa nama leluhur lainnya, tapi semua leluhur lainnya itu telah mati tenggelam ketika pada jaman purba terjadi banjir besar AMPUHAN atau DIMENEW yang membuat seluruh tanah Minahasa terbenam air kecuali satu puncak pegunungan wulur Mahatus di Minahasa selatan, demikianlah menurut ceritera mithos Minahasa, dan ceritera dibawah ini dimulai ketika banjir besar itu telah berlalu. Dinyanyikan oleh seorang wanita tua dalam jabatannya sebagai WALIAN TUA (pemimpin Walian) pada upacara RUMAGES, wanita tua itu akan berperan sebagai Dewi-Karema. Setiap satu syair dinyanyikan, maka penari " Maengket Katuakan" akan menyambut dengan menyanyikan bahagian refrein...."Eeeeh Rambi-rambian" artinya " bunyikanlah gong perunggu" ( Rambi = gong perunggu), nyanyi- an itu adalah sebagai berikut, mulai syair pertama yang langsung diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia , dari ceritera inilah sumber utama MINAHASANOLOGI mengernai agama asli, kepercayaan, seni budaya, dan adat kebiasaan orang Minahasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--------------------------&lt;br /&gt;SYAIR PERTAMA :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oooh Talingan nio untenge minatontonai …….Eeeeh Rambi-rambian.&lt;br /&gt;artinya :wahai dengarkanlah ceritera yang telah di turunkan…….bunyikanlah gong&lt;br /&gt;Si minatontonai wanam puruk u langit ………. Eeeeeh Rambi-rambian&lt;br /&gt;Artinya: ceritera yang telah diturunkan dari atas langit………….bunyikanlah gong&lt;br /&gt;Si zei^kan meilengkaz, wo mawia-me dungus intanak…Eeeh rambi-rambian&lt;br /&gt;Artinya ; Dia ( Karema) tidak dilahirkan ketika datang dan ada di muka bumi..bunyikan gong&lt;br /&gt;Si karengan nimatoume, mei kolote um batu …..Eeeeh rambi-rambian&lt;br /&gt;Artinya ; Dia (Karema) lahir bersama-sama dengan batu yang meletus….bunyikan gong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TULISAN BERIKUTNYA, REFREIN LAGU RAMBI-RAMBIAN TIDAK DITULIS LAGI,AGAR LEBIH MUDAH MENGIKUTI JALAN CERITERANYA.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;SYAIR KEDUA :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Niakumo si mahawe^ena^ase , yah wiamo angka^aya^an&lt;br /&gt;Artinya: Sayalah pemberi ingatan kesadaran berpikir, dan saya telah ada didunia ini.&lt;br /&gt;Yah werenanku an tanak, leme^ loyo kampe&lt;br /&gt;Artinya: Aku lihat tanah permukaan bumi masih lembut berlumpur(karena banjir besar )&lt;br /&gt;Si suatan ma^ra^ar , sumena-sena^&lt;br /&gt;Artinya : Tapi bersama itu sinar matahari bercahaya terang&lt;br /&gt;Ta^an kangkasi^I , umpele-peleng zima^I – za^I&lt;br /&gt;Artinya : Tetapi juga kesemuanya itu terasa menyenangkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SYAIR KETIGA:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wo Aku sumaru , sendangan timu&lt;br /&gt;Artinya ; lalu aku menghadap arah tenggara&lt;br /&gt;Yah, sinumpak um berenku , un Akel Matutung&lt;br /&gt;Artinya : Mataku dihadang oleh pemandangan sebatang pohon Aren (pohong saguer)&lt;br /&gt;Yah , Tumarak-tak , an tali watu ma^ragos&lt;br /&gt;Artinya : Dan terdengar bunyi gemeretak, buah pohon Aren jatuh ketanah&lt;br /&gt;Wo ni^ilek-ku tawi ni^itu, sumo^so^ane me-ngasin&lt;br /&gt;Artinya; Dan kulihat dekat pohon itu, ada sungai yang airnya mengalir kelaut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SYAIR KEEMPAT :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wo mawiling Aku , sumaru sendangan Amian&lt;br /&gt;Artinya: Lalu aku memutarkan badan menghadap arah timur laut&lt;br /&gt;Yah , kina patesanku , un Asa retik&lt;br /&gt;Artinya : dan perhatianku tertuju pada pohon “Asa” (kano-kano, jelaga)&lt;br /&gt;Yah ma^tou karete ni^itu , un Tu^is Rarawir&lt;br /&gt;Artinya : Dan yang bertumbuh dekat itu adalah pohon T u ^ I s (Jenis pohon batang Lembut )&lt;br /&gt;Wo rimuru^ ma^wire-wirei , u la^it um bene^&lt;br /&gt;Artinya ; dan yang dipojok itu nampak melambai adalah pohon “ daong nasi “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SYAIR KELIMA :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tumondong Aku mapa-saru , Amian talikuzan&lt;br /&gt;Artinya : Kemudian itu aku menghadap arah Barat laut&lt;br /&gt;Yah , kina werenanku witu , um-Bangelei ne Kotulus&lt;br /&gt;Artinya : Dan nampak olehku, tanaman obat “Wangelei” ( Tumulawak)&lt;br /&gt;Yah Karuru^ karete ni^itu , um Bawali Kundamah&lt;br /&gt;Artinya ; Dan dipojok dekat situ , ada tanaman “ Wawali Kundamah” (pohon Kencur)&lt;br /&gt;Yah minalung ni^itu , un Tewasen ne Rumopa&lt;br /&gt;Artinya ; Dan pohon yang menaungi tempoat itu adalah pohon “ Tewasen”&lt;br /&gt;(pohon katu)Yang batangnya menghasilkan sagu .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SYAIR KE-ENAM :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamurian Aku mapasaru , Timu^ talikuzan&lt;br /&gt;Artinya : kemudian aku menghadap arah , barat daya&lt;br /&gt;Yah, kapatesanku ma-witu , un Ayamen ka^ukur&lt;br /&gt;Artinya ; Dan pandanganku tertumbuk pada pohon “Ayamen” (Silar, daun tikar)&lt;br /&gt;Yah sana remong witu , un-Tambelang Tumitikak&lt;br /&gt;Artinya : Dan satu rumpun dengan itu, adalah pohon bambu “ Tambelang”(bulu ikang)&lt;br /&gt;Ta^an un antang witu nate Si Raraha, menorome niaku&lt;br /&gt;Artinya :Tapi (dari arah itu), hati dan kemauan si gadis (Lumimu^ut) sudah teguh dan dia berjalan lurus ke-arah saya ( Karema).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SYAIR KE-TUJUH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Liwaganku sia , sa apa u ngarana&lt;br /&gt;Artinya : Aku bertanya kepadanya , siapakah namanya&lt;br /&gt;Yah Ongah u nuwu^na mingkot sia , LUMIMU^UT u ngaranku&lt;br /&gt;Artinya: Dan dengan jelas di menjawab pertanyaan saya bahwa namanya LUMIMU^UT&lt;br /&gt;Yah tentu kang-kasi^I, Sia Limiwaga u ngaranku&lt;br /&gt;Artinya ; Dan begitu juga lagi dia (Lumimuut) menanyakan nama saya.&lt;br /&gt;Wo Totozenku u ngaranku , KAREMA ne Rumarages&lt;br /&gt;Artinya ; Lalu aku tegaskan nama saya : KAREMA pendeta upacara agama “Rumages”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SYAIR -DELAPAN :&lt;br /&gt;Witu kai ma^esa^an sana zizikezan, tu le^os wo u lewo&lt;br /&gt;Artinya ; Mulai waktu itu kita bersatu saling terikat dalam suka mapun dalam duka&lt;br /&gt;Yah sanawali mo kai, I minange witu Mapawe^a-we^an&lt;br /&gt;Artinya ; Dan bersama-sama kita pergi ke-tempat tinggal kita&lt;br /&gt;In toro-itu , kai Timou mina^elu-eluzan mahwatu&lt;br /&gt;Artinya : waktu itu kita berdua hidup berkasih-kasihan dan menyatu&lt;br /&gt;Yah , witu kai lawiz , wo zei^kazei^an&lt;br /&gt;Artinya : Dan disitulah kita hidup diberkati dan senantiasa berkecukupan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SYAIR KE-SEMBILAN:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pina^aleiku wia nisia , Wehane A^asaren Aku&lt;br /&gt;Artinya; Aku (karema) mintakan kepadanya , berikanlah ceritera kepadaku&lt;br /&gt;Sa sei si Ama^na , wo sei si Ina^na&lt;br /&gt;Artinya: Kalau siapa Ayah-nya dan siapakah Ibunya&lt;br /&gt;Sa kura u lalana, angika ayome wia&lt;br /&gt;Artinya : Dan bagaimana caranya, hinga dapat tiba disini (di Minahasa)&lt;br /&gt;Wo kura um pa’az-na, in Tumou wia&lt;br /&gt;Artinya : Dan bagaimana keinginannya, hidup disini (di Minahasa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SYAIR KE-SEPULUH :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah ongah u nuwuk’ku ing kumua wia ni sia&lt;br /&gt;Artinya : Dengan jelas aku berkata kepada-nya (Karema)&lt;br /&gt;Wewe’an un Aoan nah-gio-gioan, ang kenap-sena’na&lt;br /&gt;Artinya : Ada bukit-bukit yang berhadap-hadapan, yang terang dengan cahaya&lt;br /&gt;Ni itu ya tanu lalem-lalemdeman, wo tanu zuni-zuni’an&lt;br /&gt;Artinya : Tempat itu nampak seperti berkabut awan, dengan warna seperti pelangi&lt;br /&gt;Ya wituma un Arina, Linengkaran niaku&lt;br /&gt;Artinya : Disanalah tempatnya, aku dilahirkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SYAIR KE-SEBELAS :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;U ngaran nei ketor um pusez ni Inaku-ku en WENGI&lt;br /&gt;Artinya : Nama ketika tali pusar dipotong dari ibu adalah WENGI&lt;br /&gt;Yah si Ama’ku ka’uman, wen KAWENGIAN u ngaranan&lt;br /&gt;Artinya : Dan ayahku, bernama Kawengian&lt;br /&gt;Ni Sera se timau’ niaku, witu um bantang&lt;br /&gt;Artinya : Mereka (Ibu dan Ayahku) yang memasukkan aku dalam perahu-rakit&lt;br /&gt;Ni sera se nimayome niaku, witu u louz&lt;br /&gt;Artinya : Mereka (Ibu dan Ayahku), yang telah mengayunkan ke-laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SYAIR KE-DUABELAS:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Ina’ku si Simi’si’me, witung kikile’ku kakan&lt;br /&gt;Artinya : Ibuku telah menyelipkan, pada ketiak-ku sebelah kanan&lt;br /&gt;Un Sinaputan, an ipa’pespes, wo un Atelu’ Esa&lt;br /&gt;Artinya : Satu Bungkusan disemaikan, dan satu butir telur&lt;br /&gt;Si Ama’ku Ka’ uman si simipsipe, witung Kawi’i&lt;br /&gt;Artinya : Dan Ayah-ku telah menyisipkan, di (ketiak-ku) sebelah kiri&lt;br /&gt;Un Uka’ Winutame, am batuna Tumou – tou&lt;br /&gt;Artinya : Tempurung di isi penuh dengan biji-bijian besar yang dapat bertumbuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SYAIR KE-TIGABELAS:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Um Bantang – ku ayur wo Lembo, Limaya’ wo uma’lending&lt;br /&gt;Artinya : Perahu rakit-ku hanyut dan timbul (dipermuka’an laut), dipermainkan (Ombak) dan bunyi berderak-derak&lt;br /&gt;U Limingke-lingkey, endo wo wengi&lt;br /&gt;Artinya :Dan bergoyang-goyang (kekiri, kekanan, kemuka, kebelakang), siang dan malam.&lt;br /&gt;Ya naigom aku wo ika-tekel, zie’mo si genang-ku&lt;br /&gt;Artinya :Dan aku mabuk-laut hingga tertidur, dan tidak sadar diri&lt;br /&gt;Le’os Limengki’ um bantang, simangkil wurias&lt;br /&gt;Artinya :Untunglah tertumbuk perahu rakit-ku, tersandung benda keras&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SYAIR KE-EMPATBELAS :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tare Aku Mapolo, woan ma’we’ena’as ung genang-ku&lt;br /&gt;Artinya : Barulah aku terbangun, kemudian ingatan kesadaranku kembali&lt;br /&gt;Yah, tana’ rimagos witun saput kakan, nimamualimo un tana’ kenu&lt;br /&gt;Artinya : Dan tanah yang terbungkus di (ketiak) kanan-ku yang terjatuh&lt;br /&gt;telah berubah menjadi tanah (minahasa) ini&lt;br /&gt;Ka’ uman um batuna I peresouw, timoumo wangun sombor&lt;br /&gt;Artinya : Dan lagi biji-bijian untuk di hamburkan, telah tumbuh menghijau&lt;br /&gt;Ya un atelu’ e minawalui-ye, tatamun-tuan&lt;br /&gt;Artinya : dan Telur itu telah berubah menjadi binatang-binatang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SYAIR KE-LIMABELAS :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah Wisamo dei mei-ayur, kita winaway minasungkul wia&lt;br /&gt;Artinya : Kemanapun dia yang telah dihanyutkan ( kelaut ), kita (berdua saya dan&lt;br /&gt;karema) telah bertemu di tempat ini.&lt;br /&gt;Ni iamo Ka’pa un tinouw-Toouwan-ta in dua&lt;br /&gt;Artinya : Sudah beginilah atua sudah inilah kehidupan kita berdua&lt;br /&gt;Niaku eh ma’ayang, akaz I lumomei u mu’u unggio&lt;br /&gt;Artinya : Saya (Lumimu’ut) akan bekerja, hingga (badanku) licin berkeringat sampai ke wajah-ku&lt;br /&gt;Satoro Ka’uman, si menginalei Kalalawiz-ta in dua&lt;br /&gt;Artinya : Tapi aku mintakan (pada Karema) kalau boleh, agar di doa’kanlah&lt;br /&gt;kebahagia’an hidup untuk kita berdua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SYAIR KE-ENAMBELAS :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laleyo un tou-touan nera, zei si kawenduan wo kalewo’an&lt;br /&gt;Artinya :Telah lama mereka hidup, dengan tidak ada keluhan atau pederitaan&lt;br /&gt;Si Karema si nime’an kura ung kawendu, sa zei’ si Tuama&lt;br /&gt;Artinya : Karema memberikan pendapatnya bagaimana tidak bahagianya (seorang wanita) bila tidak ada lelaki&lt;br /&gt;Ni Sia si Mahalez si kariana, si siga’ ka’uman ma’ lele-lele&lt;br /&gt;Artinya : Dialah (Kaerma) yang menggerakkan temannya lumimu’ut karena (Karema) pandai membujuk agar kemaunnya di ikuti&lt;br /&gt;Wo sera mondole witi rurag, wen miki rara’ate si Empung&lt;br /&gt;Artinya : lalu mereka keluar dari lobang gua (tempat tinggalnya) untuk berdoa meminta pengasihan Tuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SYAIR KE-TUJUHBELAS :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Kaerma tare tumo’tol, ma-endo Walian&lt;br /&gt;Artinya : Karema lalu menyiapkan upacara agama, dan bertindak sebagai Pendeta.&lt;br /&gt;Yah I rondorna si Lumimu’ut, sumaru timu’ – sendangan&lt;br /&gt;Artinya : Lalu diaturnyalah agar Lumimu’ut, berdiri menghadap tenggara&lt;br /&gt;Si Karema menginalei ung kalalawiz ni lumimu’ut&lt;br /&gt;Artinya : Karema berdoa minta kebagaiaan Lumimu’ut, tapi tidak terjadi apa-apa.&lt;br /&gt;Si Lumimu’ut si zei’ si- torona, to walina’an u Rendaina&lt;br /&gt;Artinya : Lumimu’ut tidak mendapat apa-apa, karena itu cara berdirinya dirobah arah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SYAIR KE-DELAPANBELAS :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A sia Sumaru un amian – sendangan&lt;br /&gt;Artinya : Lalu dia dihadapkan ke arah timur laut&lt;br /&gt;Si Karema menginalei, we’ane Kalalawiz si Lumimu’ut&lt;br /&gt;Artinya :Karema lalu berdoa memintakan kebahagiaan untuk Lumimu’ut&lt;br /&gt;Ta’an zei si wua’na, wen si Lumimu’ut zei’ si ka’ara’an&lt;br /&gt;Artinya : Tapi tidak juga dibuahi, karena Lumimu’ut tidak merasa sesuatu&lt;br /&gt;Si Karema zei’ mento’, an enso’ana u rendai ni Lumimu’ut&lt;br /&gt;Artinya : Kareama tidak berhenti berusaha, pindah arah berdiri Lumimu’ut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SYAIR KE-SEMBILANBELAS :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Lumimu’ut sumarulah un Amian-talikuzan&lt;br /&gt;Artinya : Dan Lumimu’ut lalu berdiri kearah barat-latu&lt;br /&gt;Si Walian Menginalei kasi’I, ta’an zei’ si Torona&lt;br /&gt;Artinya : Pendeta Karema lalu berdoa lagi, tapi tidak diberi apa-apa&lt;br /&gt;Ma’an dei’ si Wua’ na, Ta’an zei’ mento’ sia mengimbali&lt;br /&gt;Artinya :walau tidak di buahi, tapi Karema tidak berhenti meminta doa&lt;br /&gt;dengan bersungguh-sungguh&lt;br /&gt;Ni’itu Sia Sumaru-mo kasi’I sanaera, lumele si Karema&lt;br /&gt;Artinya : karena itu dia menghadap lagi kearah yang lain, Karema membujuk (dalam doa-nya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SYAIR KE-DUAPULUH :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah mera, a sumaru si Empung ti timu-Talikuzan&lt;br /&gt;Artinya : Dan berpindahlah menghadap Tuhan di arah barat laut&lt;br /&gt;Yah un Awa’at timu-Talikuzan, minehe za’I si Lumimu’ut&lt;br /&gt;Artinya : Dan angin dari barat laut memberikan kesenangan yang diminta Lumimu’ut&lt;br /&gt;Yah ne ilengkaz name, si utuk wangun&lt;br /&gt;Artinya : Dan dilahrkanlah oleh lumimu’ut, anak bayi lelaki yang tampan&lt;br /&gt;Nisia si lemekep ung katutu’a, wo ung Kalalawiz nera zua&lt;br /&gt;Artinya : anak itulah yang melengkapi kebahagiaan kedua wanita itu sampai hari tuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SYAIR KE-DUAPULUH SATU :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;An sia ngaran-neralah, un Toa’ar&lt;br /&gt;Artinya : Lalu dia di namakanlah oleh mereka itu, dengan nama to’ar&lt;br /&gt;Si To’ar timou-me, Totoz sombor zima’e&lt;br /&gt;Artinya : To’ar tumbuh jadi pemuda yang jadi idaman mereka&lt;br /&gt;Matu’a me sia, yah zime’e ung kasiga wo ung ketezen&lt;br /&gt;Artinya : Ketika To’ar dewasa, lalu menjadi cekatan rajin dengan badan yang kuat&lt;br /&gt;Si To’ar si Kalaya’ wo kaleong ni Ina’na, wo ni Walian&lt;br /&gt;Artinya : To’ar menjadi teman bercanda dan bersenda gurau oleh Ibunya dan&lt;br /&gt;Pendeta Karema.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SYAIR KE-DUPULUH DUA :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa in sana endo, line’os un teken dua ni Kaerma&lt;br /&gt;Artinya : Lalu pada suatu hari, Karema membuat dua batang tongkat&lt;br /&gt;Un Teken Esa wen Asa, ta’an un esa wen tu’is Rarawiz&lt;br /&gt;Artinya : tongkat yang satu dari Pohon Asa (kano-kano), tapi tongkat yang satu&lt;br /&gt;lagi dari pohon “Tu’is” diberikan pada ibunya&lt;br /&gt;Si Karema ni-mutum ni sera, wia si empung&lt;br /&gt;Artinya : Karema lalu berdoa menyerahkan kedua mereka kepada tuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SYAIR KE-DUAPULUH TIGA :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karia u nuwu’ ketez, Kumua Sia wia ni sera&lt;br /&gt;Artinya : Dengan suara nyaring, Karema berkata kepada mereka (berdua)&lt;br /&gt;Nikamu yah Lumampang lumiklik, an Tana kenu&lt;br /&gt;Artinya : Kamu berdua berjalan-lah mengelilingi tanah (Minahasa) ini&lt;br /&gt;Niko To’ar yah Lumampang kumakan&lt;br /&gt;Artinya : Dan Engkau To’ar, berjalanlah kearah kanan&lt;br /&gt;Niko Lumimu’ut Lumampang Kumawi’i&lt;br /&gt;Artinya : Serta engkau Lumimu’ut berjalan ke-arah kiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SYAIR KE-DUAPULUH EMPAT :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sa kamu masungkul, yah pa’ toro-nange an teken nio&lt;br /&gt;Artinya : Kalau sampai nanti saling bertemu, bandingkanlah (tinggi) tongkatmu (berdua)&lt;br /&gt;Kura u mamualina, an teken nio san&lt;br /&gt;Artinya : Apa yang akan terjadi dan apa maknanya dari kedua tongkatmu nantinya&lt;br /&gt;Itu pa’aline, mei-asar niaku&lt;br /&gt;Artinya : Bawalah tongkatmu itu kepadaku, agar aku ceritakan apa maknanya&lt;br /&gt;Wo itu I kuaku u lekepan, um pa’ar ni Empung&lt;br /&gt;Artinya : Agar aku katakan apa yang harus di perbuat, sesuai kehendak Tuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SYAIR KE-DUAPULUH LIMA :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A Ma’wuat si Ina’, wo si Oki’na&lt;br /&gt;Artinya : Dan berpisahlah si ibu, dengan anaknya&lt;br /&gt;Zei’ ure sera masungkul, waki Tingkolongan&lt;br /&gt;Artinya : Tidak lama berlalu mereka kemudian bertemu di Tingkolongan&lt;br /&gt;Yah Pa’a Toronera, an teken wituma&lt;br /&gt;Artinya : Dan disanalah mereka membadingkan tongkat mereka apakah sama tinggi&lt;br /&gt;Yah weta’ un tu’is u lambot ta’an un asa&lt;br /&gt;Artinya : Aduhai ternyata tongkat batang pohon “tu’is” lebih panjang dari tongkat&lt;br /&gt;pohon “asa” (kano-kano)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SYAIR KE-DUAPULUH ENAM :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;An sera Zua mawurime, wia si Karema&lt;br /&gt;Artinya : Lalu mereka berdua kembalilah, kepada Karema&lt;br /&gt;Wen me ma’asar, in na’ singkela mo an teken&lt;br /&gt;Artinya : Untuk menceriterakan (pada Karema) bahwa tongkat mereka tidak sama tinggi lagi&lt;br /&gt;Kawuslah un asar nera, numuwu’ si Karema&lt;br /&gt;Artinya : Untuk melengkapi ceritera mereka, To’ar dan Lumimu’tu, lalu Karema berkata&lt;br /&gt;Karia u ngaran ni Wa’ilan, yah nima zei’ mo u ma’ ina’ an nio&lt;br /&gt;Artinya : Dengan nama “Yang Maha Mulia” (Tuhan), kamu (berdua) tidak lagi sebagai ibu dan anak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SYAIR KE-DUAPULUH TUJUH :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akaz I nania wo mange, ya Tou sana awu-mo kamu&lt;br /&gt;Artinya : Mulai sekarang dan seterusnya, kamu berdua sudah menjadi Suami – Istri&lt;br /&gt;Tumouma malawi-lawiz, witu un rara’atean ni Empung&lt;br /&gt;Artinya :Hiduplah dengan penuh berkat, di dalam pengasihan Tuhan&lt;br /&gt;Niaku Toumou kario mio, wen aku yah, Karema wo walian&lt;br /&gt;Artinya : Saya akan hidup bersamamu, karena saya adalah Karema sebagai Pendeta&lt;br /&gt;Wo zei’lewo’enta, ung ka’ara’anta&lt;br /&gt;Artinya : Dan jangan kita putuskan perasaan kita satu sama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SYAIR KE-DUAPULUH DELAPAN :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah nisera Sana’awu, se minaka suzu-me&lt;br /&gt;Artinya : Dan mereka suami istri (Toar dan Lumimu’ut) berketurunan&lt;br /&gt;Se Makazua Siouw, se Oki’&lt;br /&gt;Artinya : Makarua Siouw (2 x 9) adalah anak-anaknya&lt;br /&gt;Se Makatelu Pitu, se puyun&lt;br /&gt;Artinya : Makatelu Pitu (3 x 7) adalah cucu-cucu&lt;br /&gt;Karia ne telu pa’siouwan, kinasuzuan puyun-impuyun&lt;br /&gt;Dan dengan tiga wanita “Pasiowan” menurunkan buyut-buyut, cece-cece&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENJELASAN MENGENAI MITOS TOAR – LUMIMU’UT :&lt;br /&gt;Hanya satu orang penulis bangsa barat yang menganalisa Mitos Minahasa TOAR-LUMIMUUT secara ilmiah yakni J.Alb.T.Schwarz melalui bukunya “ Tontemboansche Teksten “ terbitan thn.1907 . Penulis J.Albt.T.Schwarz berkesimpulan bahwa mitos TOAR dan LUMIMUUT Minahasa sebenarnya ingin menggambarkan ilmu Astrologi pengetahuan bumi dan jagat raya Matahari, bulan , Bintang-bintang yang selalu sangat menarik bagi umat manusia jaman purba. Bahwa ceritera TOAR berjalan kekanan dan LUMIMUUT berjalan kekiri yang membuat mereka berpisah kearah yang berlawanan, sebenarnya ingin menggambarkan rotasi perjalanan Matahari. Matahari terbit di timur nampak Matahari menjauhi bumi naik keatas langit dan kemudian pada sore hari Matahari terbenam di barat mendekati atau bertemu lagi dengan Bumi. Pada ceritera Mitos di kisahkan bahwa TOAR dan LUMIMUUT berpisah dengan berjalan ke-arah yang berlawanan kemudian disuatu tempat yang bernama T I n g k o l o n g a n mereka berdua bertemu lagi untuk menyamakan kedua tongkat mereka apakah sama tinggi. Karena tidak sama tinggi itu menjadi penyebab status TOAR yang tadinya ANAK lalu kelak berubah jadi SUAMI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Matahari terbit nampak TOAR ( Dewa Matahari) keluar dari perut bumi ( dewi bumi Lumimuut) gejala alam ini menempatkan TOAR ber-status ANAK. Pada sore hari Matahari ( Dewa Matahari Toar) terbenam dan nampak masuk kedalam perut Bumi ( dewi Bumi LUMIMUUT) hingga nampak seperti berhubungan badan atau bersanggama berhubungan sex dengan bumi dan gejala alam ini menempatkan TOAR ber-status sebagai SUAMI . Dari penggambaran rotasi posisi matahari dan bumi inilah lahir ceritera mitos IBU kawin dengan ANAK ketika Bumi mendapat personifikasi manusia menjadi “Dewi Bumi” LUMIMU^UT asal kata LU^UT yang artinya berkeringat karena bumi pada pagi hari selalu ber-embun yang di anggap keringat bumi, Matahari mendapat Personifikasi TOAR yang artinya akan kita dapatkan pada Mitos TOAR-LUMIMUUT lainnya dalam bentuk nyanyian “ Mangorai”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analisa J. Albt. T. Schwarz mengenai istilah "Si Apok Ni Mema' Untana' (bahasa Tontemboan) artinya : Leluhur ( Lumimu'ut) yang membuat tanah (Bumi) agar dapat didiami dan tempat anak-cucunya hidup, dan bukan berarti bahwa Lumimu'ut - lah pencipta bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistim penelitian J.Albt.T.Schwarz tentu dapat kita lanjutkan dengan meneliti setiap syair dalam nyanyian ini , misalnya penjelasan bahwa ibu LUMIMUUT bernama WENGI dan ayahnya bernama KAWENGIAN. Dalam bahasa Minahasa (Tombulu) WENGI artinya malam dan apabila dimaksutkan sebagai personifikasi benda malam, maka maksutnya mungkin B u l a n , dan arti KAWENGIAN adalah benda siang yang kemalaman yang mungin ingin menggambarkan Matahari yang masih nampak sinarnya walaupun hari sudah termasuk malam. Sebagai tanda hari sudah malam adalah hewan peliharaan seperti ayam sudah naik kepohon untuk tidur, atau sudah ada Serangga malam yang berbunyi seperti “Kongkoriang” tapi sinar matahari masih nampak me-merah di kaki langit sebelah barat. Berarti yang di maksutkan dengan “kemalaman” (Kawengian) adalah Matahari , jadi ayah LUMIMUUT adalah MATAHARI dan ibunya adalah BULAN. Nyanyian Karema yang dinyanyikan pada upacara “Rumages” ini, masih banyak mengandung simbolisasi-simbolisasi yang masih dapat kita gali untuk membuka rahasia jalan pikiran dan konsep hidup orang Minahasa purba yang sejak jaman TOAR –LUMIMUUT telah mengenal satu konsep YANG MAHA MULIA MAHA BESAR yang bukan leluhur. Manusia pertama Minahasa sendiri KAREMA dan LUMIMUUT tidak berdoa pada OPOK LELUHUR sebelum mereka tapi mereka berdua diceriterakan keluar dari dalam lobang gua tempat tinggalnya untuk berdoa “Minta dikasihani Empung” atau Minta dikasihani TUHAN. Opok-Opok atau dewa-dewi Minahasa adalah leluhur orang Minahasa sendiri yang pernah hidup diMinahasa jaman tempo dulu seperti MUNTU-UNTU,LINGKANWENE,SIOUWKURUR , dan leluhur pertama Minahasa TOAR,LUMIMUUT dan KAREMA. Pada jaman masa hidup TOAR dan LUMIMUUT siapa yang menjadi OPOK mereka ???????? Karena dalam mitos Minahasa semua manusia mati tenggelam oleh banjir besar dan hanya KAREMA dan LUMIMUUT yang Tersisa dimuka bumi Minahasa, TUHAN orang Minahasa disebut EMPUNG WAILAN WANGKO ( Maha berada maha besar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ceritera rakyat Minahasa&lt;br /&gt;Oleh: Jessy Wenas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toar - Lumimu'ut versi Mithology pada upacara "Mangorai" berjumlah tigapuluh tujuh (37) syair diambil dari buku karangan H.M. Taulu tahun 1977, tapi sumber data tidak ditulis oleh H.M. Taulu. (hanya diambil dua syair pertama dan syair ke duapuluh empat yang menjelaskan arti kata Toar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SYAIR PERTAMA :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Tu'tul lako si Lumimu'ut&lt;br /&gt;Artinya : Setelah selesai semuanya&lt;br /&gt;Sia tumula'uh mo si ina' wo si ama'na&lt;br /&gt;Artinya : maka Lumimu'ut meninggalkan ayah dan ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syair Kedua :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sia menek wana esa londei ma' ali-ali un tana' sana pongo&lt;br /&gt;Artinya : Dia naik ke sebuah perahu membawa tanah segenggam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syair keduapuluh empat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Loway ni' itu ngaranan ni Karema to'ar&lt;br /&gt;Artinya : Anak itu dinamakan oleh Karema, Toar&lt;br /&gt;Pinotot an tou ari'i, si tou tatamber ni ari'i&lt;br /&gt;Artinya : Singkatan dari Tou ari'i sebagai pemberian dari ari'i.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analisa Dari Syair Nyanyian "Mangorai"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analisa dari syair nyanyian "Mangorai" mengenai Toar-Lumimu'ut ini lebih sederhana&lt;br /&gt;dari syair yang sebelumnya, tapi dari syair keduapuluh empat ini nampak jelas arti kata&lt;br /&gt;Toar. yang merupakan singkatan dari dua kata : "tou" artinya, "orang" dan "ari'i"&lt;br /&gt;artinya, "tiang batu, tiang utama rumah, tiang matahari, atau anak dewa matahari"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak budayawan Minahasa yang mencari - cari arti sebenarnya dari kata Toar, dan&lt;br /&gt;dari nya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8503355467191503943-254454234756783181?l=bmi-btg.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bmi-btg.blogspot.com/feeds/254454234756783181/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bmi-btg.blogspot.com/2009/03/cerita-toar-lumimuut-oleh-jessy-wenas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8503355467191503943/posts/default/254454234756783181'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8503355467191503943/posts/default/254454234756783181'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bmi-btg.blogspot.com/2009/03/cerita-toar-lumimuut-oleh-jessy-wenas.html' title='Cerita Toar Lumimu&apos;ut'/><author><name>DHR.TENGOR,SH.</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_fanS1_MLG34/S-5ypHMA6oI/AAAAAAAABF8/oRXKuPBgTsA/S220/Eric+modified.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_fanS1_MLG34/SetUIFiaN9I/AAAAAAAAArU/EqeCO22r-QM/s72-c/Toar+dan+Lumimuut+di+Sonder.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8503355467191503943.post-5654153258484925317</id><published>2009-03-03T20:25:00.000+07:00</published><updated>2009-04-24T20:41:55.767+07:00</updated><title type='text'>WATU PINAWETENGEN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_fanS1_MLG34/SfHBjJ9pPQI/AAAAAAAAA3Q/_VKMa7AcDiI/s1600-h/n1634498481_145833_4254648.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_fanS1_MLG34/SfHBjJ9pPQI/AAAAAAAAA3Q/_VKMa7AcDiI/s320/n1634498481_145833_4254648.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5328252643870063874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Batu Pinabetengan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batu ini terdapat di daerah Tompaso, Minahasa Tengah, kira-kira 10 km masuk dari jalan raya Tompaso, dan terletak di lereng gunung Tonderukan, dekat gunung Soputan. Di pegunungan Tonderukan terdapat banyak batu. Menurut para ahli arkeologi batu-batu tersebut termasuk jenis “menhir”, yang dikenal sejak zaman pra sejarah dan termasuk tradisi “megaliktik”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batu-batu seperti itu yang terdapat dilereng gunung Tonderukan menjadi tempat duduk untuk orang-orang mendengar bunyi burung. Salah satu batu yag letaknya lebih ke puncak dari batu pinabetengan dinamakan “kekeretan”, penduduk percaya bahwa itulah tempat duduk Opo Muntu Untu, bila ia turun maka disertai gemuruh yang dahsyat, dan biasanya turun ke gunung soputan sesudah itu baru ke gunung Tonderukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila dia hadir maka manguni akan memberitakannya. Terdapat pula batu yang lain yang dikatakan tempat duduk Opo Kopero. Opo Muntu Untu adalah utusan Yang Maha Tinggi, atau Kasuruan (Tuhan). Kasuruan akan menyuarakan pesanannya melalui Manguni yang dilambangkan sebagai burung yang bijaksana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunyi yang bagus disebut Maapi. Manguni dipelihara oleh Opo khusus yaitu Opo Mamarimbing. Oleh sebab itu Manguni disebut juga se kokok se Mamarimbing atau burungnya Opo Mamarimbing yang dalam religi pribumi adalah juru bicara Kasuruan. Batu Pinabetengan merupakan suatu bukti bahwa Minahasa tegah-lah dahulu menjadi pusat kebudayaan nenek moyang. Dari sini, kita melihat bahwa cerita “lumimuut dan Toar” memiliki keterkaitan yang erat hubungnnya dengan cerita Batu Pinabetengan atau Batu pembagian wilayah untuk para sub-etnik. Setiap suku atau sub-sub yang datang kemudian seperti Tonsawang, Pasan, Ratahan, dan Bantik harus mengakui ikrar yang dilakukan di batu Pinabetengan yaitu mereka adalah satu keturunan, dari Lumiuut dan Toar,akibatnya versi mitos Lumimuut danToar menjadi banyak, mencapai lebih dri 90 versi. Tetapi terdapat versi yang sama dalam setiap cerita yaitu terdapatnya tanah,air dan batu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari seluruh cerita Batu Pinabetengan dapat disimpulkan bahwa, disitu adalah pusat dari religi pribumi. Kemudian batu itu menjadi simbol dari keseimbangan dari para sub-etnik yag datang kemudian. Jadi percampuran etnik untuk “Orang Minahasa” bukanlah sesuatu yang baru. Menerima etnik lain adalah suatu yang lumrah. Perlu dicatat bahwa Batu Pinabetengan itu diketahui pertamakali sebagai tempat pemujaan dari religi pribumi “Orang Minahasa” oleh J.G. Schwarz, penginjilan Nederlandsche Zendeling Genootschap (NZG ) yang bertugas di daerah Langouwan dan sekitarnya di tahun 1832.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8503355467191503943-5654153258484925317?l=bmi-btg.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bmi-btg.blogspot.com/feeds/5654153258484925317/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bmi-btg.blogspot.com/2009/03/watu-pinawetengen.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8503355467191503943/posts/default/5654153258484925317'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8503355467191503943/posts/default/5654153258484925317'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bmi-btg.blogspot.com/2009/03/watu-pinawetengen.html' title='WATU PINAWETENGEN'/><author><name>DHR.TENGOR,SH.</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_fanS1_MLG34/S-5ypHMA6oI/AAAAAAAABF8/oRXKuPBgTsA/S220/Eric+modified.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_fanS1_MLG34/SfHBjJ9pPQI/AAAAAAAAA3Q/_VKMa7AcDiI/s72-c/n1634498481_145833_4254648.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8503355467191503943.post-1257297679563219369</id><published>2009-03-03T20:20:00.000+07:00</published><updated>2009-03-03T20:59:11.014+07:00</updated><title type='text'>TONAAS</title><content type='html'>Tonaas Walian abad 7&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By: Jessy Wenas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin Minahasa jaman tempo dulu terdiri dari dua golongan yakni Walian dan Tona’as. Walian mempunyai asal kata “Wali” yang artinya mengantar jalan bersama dan memberi perlindungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Golongan ini mengatur upacara agama asli Minahasa hingga disebut golongan Pendeta. Mereka ahli membaca tanta-tanda alam dan benda langit, menghitung posisi bulan dan matahari dengan patokan gunung, mengamati munculnya bintang-bintang tertentu seperti “Kateluan” (bintang tiga), “Tetepi” (Meteor) dan sebagainya untuk menentukan musim menanam. Menghafal urutan silsilah sampai puluhan generasi lalu, menghafal ceritera-ceritera dari leluhur-leluhur Minahasa yang terkenal dimasa lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahli kerajinan membuat pelaratan rumah tangga seperti menenun kain, mengayam tikar, keranjang, sendok kayu, gayung air.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Golongan kedua adalah golongan Tona’as yang mempunyai kata asal “Ta’as”. Kata ini diambil dari nama pohon kayu yang besar dan tumbuh lurus keatas dimana segala sesuatu yang berhubungan dengan kayu-kayuan seperti hutan, rumah, senjata tombak, pedang dan panah, perahu. Selain itu golongan Tona’as ini juga menentukan di wilayah mana rumah-rumah itu dibangun untuk membentuk sebuah Wanua (Negeri) dan mereka juga yang menjaga keamanan negeri maupun urusan berperang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum abad ke-7, masyarakat Minahasa berbentuk Matriargat (hukum ke-ibuan). Bentuk ini digambarkan bahwa golongan Walian wanita yang berkuasa untuk menjalankan pemerintahan “Makarua Siouw” (9x2) sama dengan Dewan 18 orang leluhur dari tiga Pakasa’an (Kesatuan Walak-Walak Purba).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enam leluhur dari Tongkimbut (Tontemboan sekarang) adalah Ramubene, suaminya Mandei, Riwuatan Tinontong (penenun), suaminya Makaliwe berdiam di wilayah yang sekarang Mongondouw, Pinu’puran, suaminya Mangalu’un (Kalu’un sama dengan sembilan gadis penari), Rukul suaminya bernama Suawa berdiam di wilayah yang sekarang Gorontalo, Lawi Wene suaminya Manambe’an (dewa angin barat) Sambe’ang artinya larangan (posan). Maka Roya (penyanyi Mareindeng) suaminya bernama Manawa’ang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan enam leluhur yang berasal dari Tombulu adalah : Katiwi dengan suaminya Rumengan (gunung Mahawu), Katiambilingan dengan suaminya Pinontoan (Gunung Lokon), Winene’an dengan suaminya Manarangsang (Gunung Wawo), Taretinimbang dengan suaminya Makawalang (gunung Masarang), Wowriei dengan suaminya Tingkulengdengan (dewa pembuat rumah, dewa musik kolintang kayu) Pahizangen dengan suaminya Kumiwel ahli penyakit dari Sarangsong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu enam leluhur yang berasal dari Tontewo (wilayah timur Minahasa) terdiri dari Mangatupat dengan suaminya Manalea (dewa angin timur), Poriwuan bersuami Soputan (gunung Soputan), Mongindouan dengan suaminya Winawatan di wilayah Paniki, Inawatan dengan suaminya Kuambong (dewa anwan rendah atau kabut), Manambeka (sambeka sama dengan kayu bakar di pantai) dewa angin utara, istrinya tidak diketahui namanya kemudian istri Lolombulan. Pemimpin panglima perang pada jaman pemerintahan golongan Walian adalah anak lelaki Katiwei (istri Rumengan) bernama Totokai yang menikah dengan Warangkiran puteri dari Ambilingan (istri Pinontoan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada abad ke-7 telah terjadi perubahan pemerintahan. Pada waktu itu di Minahasa – yang sebelumnya dipegang golongan Walian wanita - beralih ke pemerintahan golongan Tona’as Pria. Mulai dari sini masyarakat Matriargat Minahasa yang tadinya menurut hukum ke-Ibuan berubah menjadi masyarakat Patriargat (hukum ke-Bapaan)., Menjalankan pemerintahan “Makatelu pitu (3x7=21)" atau Dewan 21 orang leluhur pria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wakil-wakil dari tiga Pakasa’an Toungkimbut, Toumbulu, Tountowo, mereka adalah ; Kumokomba yang dilantik menjadi Muntu-Untu sebagai pemimpin oleh ketua dewan tua-tua “Potuosan” bernama Kopero dari Tumaratas. Mainalo dari Tounsea sebagai wakil, Siouw Kurur asal Pinaras sebagai penghubung dibantu Rumimbu’uk (Kema) dan Tumewang (Tondano) Marinoya kepala Walian, Mio-Ioh kepala pengadilan dibantu Tamatular (Tomohon) dan Tumilaar (Tounsea), Mamarimbing ahli meramal mendengar bunyi burung, Rumoyong Porong panglima angkatan laut di pulau Lembe, Pangerapan di Pulisan pelayaran perahu, Ponto Mandolang di Pulisan pengurus pelabuhan-pelabuhan, Sumendap di Pulisan pelayaran perahu, Roring Sepang di awaon Tompaso, pengurus upacara-upacara di batu Pinawetengan, Makara’u (Pinamorongan), Pana’aran (Tanawangko), Talumangkun (Kalabat), Makarawung (Amurang), REPI (Lahendong), Pangembatan (Lahendong).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku “Toumbulusche Pantheon” tulisan J.G.F. Riedel tahun 1894 telah dikemukakan tentang sistem dewa-dewa Toumbulu yang ternyata mempunya sistem pemerintahan dewa-dewa seluruh Minahasa dengan jabatan yang ditangani leluhur tersebut. Pemerintahan golongan Tona’as abad ke-tujuh sudah punya satu pimpinan dengan gelar Muntu-Untu yang dijabat secara bergantian oleh ketiga sub-etnis utama Minahasa. Misalnya leluhur Ponto Mandolang mengatur pelabuhan Amurang, Wenang (Manado) Kema dan Bentenan dengan berkedudukan di Tanjung Pulisan. Tiap sub-etnis Minahasa mempunya panglima perangnya sendiri-sendiri tapi panglima perang tertinggi adalah raja karena dilantik dan dapat diganti oleh dewan tua-tua yang disebut “Potuosan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari nama-nama leluhur wanita Minahasa abad ke-7 seperti Riwuatan asal kata Riwu atau Hiwu artinya alat menenun, Poriwuan asal kata Riwu alat menenun, Raumbene asal kata Wene’ artinya padi, menunjukkan Minahasa abad ke-7 telah mengenal padi dan membuat kain tenun.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8503355467191503943-1257297679563219369?l=bmi-btg.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bmi-btg.blogspot.com/feeds/1257297679563219369/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bmi-btg.blogspot.com/2009/03/tonaas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8503355467191503943/posts/default/1257297679563219369'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8503355467191503943/posts/default/1257297679563219369'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bmi-btg.blogspot.com/2009/03/tonaas.html' title='TONAAS'/><author><name>DHR.TENGOR,SH.</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_fanS1_MLG34/S-5ypHMA6oI/AAAAAAAABF8/oRXKuPBgTsA/S220/Eric+modified.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8503355467191503943.post-1089023317455887511</id><published>2009-03-03T20:19:00.000+07:00</published><updated>2009-03-03T20:54:54.062+07:00</updated><title type='text'>Lintasi Sejarah Minahasa</title><content type='html'>Minahasa berasal dari kata Esa yag berarti satu; kata Mah-esa berarti menyatukan, yakni menyatukan berbagai kelompok sub-etnik Minahasa yang terdiri dari Tontemboan, Tombulu, Tonsea, Tondano, Ponosakan, Pasan, Ratahan, dan Bantik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Minahasa pertama kali muncul dalam laporan Residen J.D Schierstein, tanggal 8 Oktoer 1789, yaitu tentang perdamaian yang telah dilakukan oleh kelompok sub-etnik Bantik dan Tombulu (Tateli); demikian pula antara kelompok sub-etnik Tondano dan Tonsawang (Godee Molsbergen, 1928 : 53).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Minahasa adalah semenanjung yang terletak di bagian paling utara dari semenanjung pulau Sulawesi, yaitu antara 0 derajat51’ dan 1 derajat 51’ 40” lintang utara dan antara 123 derajat 21’ 30” dan 125 derajat 10’ bujur Timur. Luas semenanjung adalah 5373 kilometer persegi. Iklim daerah Minahasa terpegaruh oleh angin muson. Pada bulan September sampai April, bertiup angin pembawa hujan lebat. Bulan Mei sampai November bertiup angin selatan ke barat laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;curah hujan di darerah pedalaman Minahasa terhitung tinggi yaitu 4188mm pertahun dan jumlah curah hujan mencapai 195 hari. Suhu pesisir pantai agak tinggi, namun daerah pegunungan temperatur menunjukkan 26-27 derajat celsius pada musim hujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis vegetasi yang paling dominan sekarang adalah pohon kelapa (cocos nucivera) yang terdapat sejak Zaman Portugis, sedangkan sejak dahulu kala telah ada pohon seho (aranga sachariferum) sebagai pohon yang serba guna, dan sekarang yang menjadi tanaman favorit adalah Cengkih dan Vanili. Kuda (kawalo) telah dikenal penduduk sejak zaman spanyol sedangkan sapi didatangkan dari Benggala, India sejak zaman V.O.C (Tjahaja Siang, Januari 1870)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk masyarakat Minahasa pada zaman dahulu adalah bentuk Tribe. Bentuk masyarakat demikian dirinci oleh George Foster dkk dalam “Peasant Society” (1967) sebagai “Tribal System” atau kelompok masyarakat pedalaman yang pokok kehidupan adalah ladang pertanian. Unit politiknya yang tertinggi adalah Walak. Pada zaman dahulu dapat saja seorang walak kepala sub-etnik menjadi seorang Walian (pendeta religi pribumi) dan dalam fungsi seperti itu, kekuasaanya menjadi lebih mutlak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia akan merupakan seorang yang dekat dengan alam, karena dia harus dapat dengan cepat menangkap gejala-gejala alam untuk mengatasi persoalan yang mugkin terdapat di wilayahnya. Jadi dia harus seorang yang dapat membaca gejala-gejala alam yang diberikan alam sekitarnya, dan seorang yang mengerti akan batas-batas wewenang yang diberikan kepadanya. Seorang pimpinan dianggap seoseorang yang memiliki “kete” atau kekuatan. Karena memiliki kekuatan ini, maka ia dapat diangakat menjadi pemimpin. Ia dapat dianggap yang terbaik diantara warga sederajatnya yang terdapat dalam wilayahnya. Oleh sebab itu ia menjadi unsur “primus interpares” desanya. Dalam peran ini dia juga tidak boleh sewenang-wenang menggunakan kekuasaanya, terutama dalam soal pembagian tanah, karena dia juga bisa dikenakan sanksi dari “Opo” atau semacam sanksi Ilahi. Ia dapat menjadi “wales” maka akibatnya berat. Ia akan mendapat nama jelek dan dikucilkan dari masyarakat, sebagai hukuman bagi si pemimpin (J.A.T. Schwrz, Tontemboancher Teksten : 1907:133,381). Dalam istilah moderen disebut “character assassination”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;J.G.F Riedel sebagai seorang ahli pemerintahan pada tahun 1870 menilai pengangkatan kepala walak sebagai suatu yang khas di Minahasa. Riedel menulis sebagai berikut,”walaupun siapa saja di dalam wilayah itu, dapat dipanggil untuk memimpin pemerintahan yang dipilih oleh wakil-wakil/”ngaran” untuk menjadi kepala (abakai oem banoea), tetapi dalam cara memilih mereka tidak sembarangan”.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8503355467191503943-1089023317455887511?l=bmi-btg.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bmi-btg.blogspot.com/feeds/1089023317455887511/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bmi-btg.blogspot.com/2009/03/lintasi-sejarah-minahasa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8503355467191503943/posts/default/1089023317455887511'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8503355467191503943/posts/default/1089023317455887511'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bmi-btg.blogspot.com/2009/03/lintasi-sejarah-minahasa.html' title='Lintasi Sejarah Minahasa'/><author><name>DHR.TENGOR,SH.</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_fanS1_MLG34/S-5ypHMA6oI/AAAAAAAABF8/oRXKuPBgTsA/S220/Eric+modified.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8503355467191503943.post-3318024380135328761</id><published>2009-03-03T20:17:00.000+07:00</published><updated>2009-03-04T12:09:07.199+07:00</updated><title type='text'>SUKU MINAHASA</title><content type='html'>Tou Pasan, Tonsawang, Ponosakan dan Ratahan&lt;br /&gt;Posted by www.RYKERS.org Labels: Cerita Manado, Minahasa Tenggara, Sejarah Minahasa, Suku Minahasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabupaten Minahasa Tenggara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEJARAH suatu bangsa menjadi begitu bermakna sebagai ekspresi berbagai aspek kehidupan masyarakat dan pembanguannya, sekaligus dapat mencerminkan apresiasi jati diri manusianya hingga generasi ke generasinya. Dari landasan itu, dicoba untuk menelusuri sekilas historis tou Pasan, Tonsawang, Ponosakan dan Ratahan (Patokan) sebagai tou Minahasa Tenggara, tou Minahasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Utara&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Melalui penelusuran sejarah asal-usul tou Minahasa, khususnya tou Pasan, Tonsawang, Ponosakan, dan Ratahan (Patokan) beberapa pakar seperti AL Beekman, Dr Paul Sarasin, Dr Frits Sarasin, J Ch Gaterer dan O Lorensz menjelaskan, melihat ciri-ciri tou Minahasa umumnya yang bermata sipit hitam kecoklatan dan warna kulit lebih terang dari suku bangsa Indonesia lainnya, menyiratkan bahwa tou Minahasa adalah suku pendatang yang dari luar, boleh jadi berkeluarga dengan bangsa Jepang dan Mongolia.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Darinya para sejarawan Minahasa separti J.F. Malonda, (Membuka Tudung Dinamika Filsafat Minahasa Purba, 1951), H.M. Taulu (Sedjarah Minahasa, 1955) dan F. S. Watuseke (Sedjarah Minahasa, 1962) menyimpulkan, suku bangsa Minahasa bertalian dengan Jepang dan Mongolia. Kenyataannya dapat lihat dari bentuk tulang wajah (osteografi), rambut, mata, ruas buku anggota badan, pigmen, darah dan adanya persamaan unsur-unsur arsitek bangunan rumah dan bentuk waruga (Sejarah Minahasa, 1962). Mereka datang sekitar tahun 500 hingga tahun 200 sebelum masehi (zaman perunggu) atau zaman Melayu muda dengan mengarungi lautan, hingga tiba di Minahasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pendapat di atas, Tandean, seorang ahli bahasa dan huruf Cina Kuno, 1997 datang meneliti di Watu Pinawetengan. Melalui tulisan “Min Nan Tou” yang terdapat di batu itu, ia mengungkapkan, tou Minahasa merupakan turunan Raja Ming dari tanah Mongolia yang datang berimigrasi ke Minahasa. Arti dari Min Nan Tou adalah “orang turunan Raja Ming dari pulau itu” Toar adalah seorang panglima perang kerajaan Ming, sedangkan Lumimuut merupakan putri Raja Ming. Suatu ketika kerajaan Ming mendapat serangan dari kerajaan tetangga dengan maksud untuk menguasai wilayah kerajaan Ming, namun peperangan itu dimenangkan oleh pasukan Toar. Kemudian Raja Ming menghendaki agar putrinya Lumimuut menikah dengan Toar, walaupun sesuai peraturan istana perkawinan itu tidak memungkinkan karena Toar bukan keturunan bangsawan (Roy E Mamengko,ed, Etnik Minahasa, 2002). Namun demikian Raja Ming tetap mengawinkan Toar dan Lumimuut, walaupun keduanya tidak boleh tinggal di dalam istana. Itu sebabnya setelah menikah, Toar dan Lumimuut bersama beberapa pengikut di antaranya seorang Walian (pemimpin agama) yang bernama Karema, Tonaas (pemimpin), Waraney (prajurit pemberani) dan beberapa rakyat biasa (petani), merantau dengan mengarungi lautan hingga tiba di pantai ujung utara Pulau Sulawesi dan berlabuh di tempat yang dinamakan Tinumpaan/Tumpaan, artinya tempat yang dituruni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Tumpaan mereka melakukan perjalanan ke arah barat hingga tiba di suatu dataran luas yang di tengahnya terdapat sebuah danau besar yang dinamakan Bulilin, artinya dipenuhi air, diapit oleh dua buah gunung, yaitu Gunung Soputan, artinya perkasa, dan Gunung Wulur Mahatus, artinya pegunungan seratus. Di tempat yang baru, Walian Karema mulai mengatur tempat pemukiman di empat lokasi, yaitu bukit Batu, Powod, Abur, dan Kali.&lt;br /&gt;Perkawinan Toar dan Lumimuut, dikaruniai banyak anak (F.S Watuseke, Op.Cit, 1962). Kehamilan pertama dan kedua Lumimuut melahirkan dua kali kembar sembilan, sehingga anak–anak itu di namakan Se Makarua Siow (2x9). Kemudian saat melahirkan ketiga, keempat dan kelima, seluruhnya kembar tujuh dan anak-anak itu dinamakan Se Makatelu Pitu (3x7). Pada kelahiran yang keenam dan ketujuh, Lumimuut memperoleh kembar tiga. Namun anak-anak itu bukan dinamakan Se Makarua Telu (2x3) melainkan Se Pasiowan Telu, karena setiap kali anak-anak itu dilahirkan, disambut dengan siulan burung Manguni sebanyak sembilan kali. Kelompok Makarua Siow kemudian menjadi Walian, Makatelu Pitu menjadi Tonaas dan Pasiowan Telu, menjadi rakyat biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun empat buah perahu yang menyusul rombongan Toar dan Lumimuut, konon dua di antaranya berlabuh di Kema, kemudian mendirikan pemukiman di Minawerot, Kumelembuay dan Kalawat (Klabat). Satu buah perahu berlabuh di Atep. Mereka menuju ke sebelah barat dan menjumpai sebuah danau besar yang berada di tengah dataran tinggi dan memutuskan untuk bermukim di situ lalu mendirikan pemukiman Tataaran, Koya, Tampusu (Remboken) dan Kakas. Namun beberapa di antaranya, menyusuri pesisir pantai ke arah selatan hingga tiba di Bentenan dan sebahagian lagi di antaranya menuju ke sebelah barat lalu mendirikan pemukiman Tosuraya. Sedangkan satu buah perahu berlabuh di Pogidon kemudian mendirikan pemukiman Singkil dan Malalayang di sekitar Gunung Bantik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika penduduk di sekitar Danau Bulilin terus bertambah banyak, para Tonaas, Walian dan Potuusan berinisiatif mengadakan musyawarah untuk membicarakan tentang (Tumani) penyebaran penduduk ke berbagai penjuru di tanah Malesung. Tumani inilah yang dikatakan H. M. Taulu (Op. Cit, 1955) sebagai pemancaran pertama orang Minahasa. Di tempat yang baru, mereka bertemu dengan orang-orang lain yang bukan sekaum Taranak. Di antara turunan mereka, terjadi perkawinan campur sehingga dengan semakin banyaknya Taranak-taranak, maka terciptalah wanua (negeri).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana ketentuan adat, golongan Pasiowan Telu diwajibkan melakukan pekerjaan-pekerjaan untuk kepentingan umum dan pinontol (bekerja kepada para pemimpin), seperti menanam dan menuai. Selain itu diwajibkan membagi hasil pertanian, peternakan maupun perburuan mereka kepada golongan Makarua Makasiow dan golongan Makatelu Pitu serta melakukan ketentuan-ketentuan adat misalnya mempersiapkan kurban persembahan setiap dilangsungkan ritual poso negeri dan menjaga keamanan negeri secara bergiliran (Drs. R. E. H. Kotambunan,Minahasa II &amp;amp; III, 1985).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar abad ke-5 terjadi pemberontakan dan peperangan dari golongan Pasiowan Telu karena tuntutan mereka agar tanah-tanah adat sebagai lahan pertanian yang sebagian besar sudah di-apar (diolah) sebagai milik golongan Makarua Siow dan Makatelu Pitu agar dibagi secara adil, menuntut agar sistem pengangkatan pemimpin tidak lagi bersifat otoritas golongan Makarua Siow dan golongan Makatelu Pitu, melainkan harus dipilih dari seluruh anggota masyarakat, tidak dikabulkan dengan alasan tidak sesuai dengan ketentuan adat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat peperangan antar Walak (kelompok Taranak) terus berlangsung, tahun 670, beberapa Walian dan Tonaas menyadari akan pentingnya suatu musyawarah di dalam usaha menciptakan kembali akan persatuan dan kesatuan yang berlangsung di sekitar kaki Gunung Tonderukan. Di tempat itu, terdapat sebuah batu “Tumotowa” tempat pelaksanaan ritual poso (J. G. F. Riedel, The Minahasa, 1862).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati berlangsung alot, namun musyawarah yang dipimpin oleh Tonaas Kapero yang berasal dari kelompok Pasiowan Telu bersama Muntu Untu dari golongan Makarua Siow sebagai panitera/notulis dan Mandey sebagai saksi, berhasil mencapai beberapa kesepakatan penting, di antaranya:&lt;br /&gt;- Menerima penetapan pembagian pemukiman setiap kaum Taranak&lt;br /&gt;- Setiap kaum Taranak dapat mengembangkan ketentuan adat dan ritual yang tetap berlandaskan kepercayaan terhadap Empung Walian Wangko (Tuhan Yang Maha Agung) dan opo (leluhur).&lt;br /&gt;- Setiap kaum Taranak dapat mengembangkan bahasa sesuai kehendak masing-masing, namun semuanya tetap mengaku sebagai satu Kasuruan, yang tidak dapat dicerai-beraikan oleh siapapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya pembagian wilayah pemukiman diatur sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Taranak yang dipimpin oleh Tonaas Mapumpun, Belung, dan Walian Kakamang menuju sekitar Gunung Lokon dan bermukim di Mayesu, dekat Kinilow dan Muung. Mereka disebut Tou Muung kemudian menjadi Tomohon. Mereka dinamakan Tombulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kaum Taranak yang dipimpin oleh Tonaas Walalangi dan Walian Rogi menuju ke Niaranan dan Kembuan (Tonsea Lama). Sebagian lagi mendirikan pemukiman di sekitar Gunung Kalawat (Kalabat). Mereka disebut “Tou Un Sea” (Tonsea)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Taranak yang dipimpin oleh Tonaas Karemis dan Piay, pergi ke arah barat dan menyebar ke Tombasian, Kawangkoan, Langowan, Rumoong (Tareran) dan Tewasen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Taranak yang dipimpin oleh Tonaas Pangemanan, Runtuwene dan Mamahit, menuju ke Kakas, Atep dan Limambot. Mereka dinamakan Toulour.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Kaum Taranak yang dipimpin oleh Tonaas Wuntu, menuju ke Bentenan. Sebagian lagi mendirikan pemukiman di Ratan. Mereka disebut Ratahan. Yang menuju ke Towuntu (Liwutung), mereka disebut tou Pasan. Beberapa di antara tou Pasan mengadakan tumani dan bermukim di Tawawu (Tababo), Belang dan Watuliney, membaur dengan penduduk dari Taranak Ponosakan, yaitu keluarga Butiti, Wumbunan dan Tubelan yang datang dari Wulur Mahatus (Pontak). Mereka disebut tou Ponosakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Kaum Taranak yang dipimpin oleh Tonaas Kamboyan, menuju ke dataran sekitar Danau Bulilin, tempat asal mereka semula dan mendiami pemukiman di Bukit Batu, Kali dan Abur. Mereka disebut Toundanouw, artinya orang yang tinggal di sekitar air. Kemudian bangsa Belanda menamakan mereka Tonsawang, artinya orang yang suka menolong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Kaum Taranak yang dipimpin oleh Tonaas Angkoy dan Maindangkay menuju ke arah barat hingga tiba di sekitar Gunung Bantik dan mendirikan pemukiman Malalayang. Beberapa di antara mereka pergi bermukim di Pogidon dan Singkil. Karena bermukim di sekitar Gunung Bantik, mereka dinamakan tou Bantik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun salah satu keputusan penting dari musyawarah di batu ‘’Tumotowa’’ yaitu pembagian wilayah, sehingga batu itu dinamakan ‘’Watu Pinawetengan’’, artinya batu tempat pembagian. Dalam perjalanan sejarah ternyata perang antar anak suku di Malesung masih sering terjadi, sehingga 1428 para pemimpin Minahasa kembali mengadakan musyawarah di sekitar Watu Pinawetengan. Adapun keputusan yang dicapai dalam musyawarah, yaitu: nama ‘’Malesung’’ diubah menjadi ‘’Minahasa’’, berasal dari kata esa (satu), diberi awalan ma dan sisipan in, maka terbentuklah kata ‘’Maha Esa’’ (menyatukan), kemudian menjadi ‘’Minahasa’’ (Dr. Godee Molsbergen, Geschiedenis Van De Minahasa, 1929), artinya yang menjadi satu, yaitu menyatukan seluruh anak suku Minahasa: Tontemboan, Tombulu, Tonsea, Toulour, Pasan, Ratahan, Ponosakan, Tonsawang dan Bantik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengacu dari uraian di atas, itu berarti bahwa anak suku Patokan yang mendiami wilayah Minahasa Tenggara yang selama ini terkesan adalah pendatang baru, merupakan suatu kekeliruan, tetapi mereka adalah bagian dari satu kesatuan yang tak terpisahkan dengan anak suku Minahasa lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Pusaran Peperangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1639 armada Spanyol memasuki pelabuhan Amurang. Di sana mereka melihat penduduk setempat memakan nasi. Mengetahui sumbernya berasal dari Tonsawang, bangsa Spanyol menuju ke sana dan menyaksikan betapa hasil beras dan hutan berlimpah. Penduduk Tonsawang ketika itu dipimpin oleh Ukung Oki. Kemudian bangsa Spanyol menjalin hubungan dagang dengan cara tukar-menukar (barter). Semula bangsa Spanyol menunjukkan sikap bersahabat sehingga mereka diterima oleh penduduk pribumi, bahkan atas seizin Ukung Oki mereka diperkenankan mendirikan tempat penginapan di dekat bukit Kali. Tidak berselang lama, mereka berubah merasa berkuasa, menghina, dan memperkosa wanita setempat, hingga merampas harta benda. Akibatnya Ukung Oki, segera memanggil panglima perang Lelengboto, untuk melawan orang-orang Spanyol di tempat penginapan mereka hingga terjadi pertempuran dahsyat. Melihat keberanian pasukan Tonsawang, pasukan Spanyol mundur dan lari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertempuran dahsyat ini mengakibatkan 40 pasukan Spanyol gugur dan pasukan Tonsawang 29 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1644 bangsa Spanyol kembali menduduki Amurang dengan maksud menuntut dan menguasai pembelian beras serta hasil bumi lainnya dari Tonsawang dan Pontak. Penduduk pribumi segera mengangkat senjata lalu terjadi pertempuran yang sengit. Dalam pertempuran itu 100 pasukan Spanyol tertawan dan terbunuh. Melihat keadaan demikian armada Spanyol pimpinan Bartholomeo de Sousa meninggalkan Amurang lalu menuju ke Filipina. Pasukan Tonsawang dan Tontemboan yang gugur antara lain: Panglima Monde gugur sewaktu melindungi istrinya Ukung Oki dan Panglima Worotikan. Atas kemenangan pasukan Ukung Oki, para pemimpin mengadakan musyawarah dan menetapkan memberi gelar kepada Ukung Oki sebagai Ukung Wangko dan Tonaas Wangko (hukum besar dan pemimpin besar) yang memimpin pemerintahan di lima wilayah Walak, yaitu Tombasian, Tonsawang, Pasan Ratahan dan Ponosakan. Benteng Portugis di Amurang dijadikan pusat pemerintahan Tonaas Wangko Oki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam menjalankan tugas pemerintahannya, Tonaas Wangko Oki dikenal sebagai pemimpin yang arif dan bijaksana sehingga ia dihormati dan disegani. Walaupun sudah berstatus janda, namun kecantikannya tidak luntur bahkan semakin menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raja Bolaang Mongondow saat itu, Loloda Mokoagow sangat tertarik dengan kecantikan Tonaas Wangko Oki sehingga ia melamar Tonaas Wangko Oki untuk menjadi istrinya. Lamaran Raja Loloda Mokoagow diterima dengan syarat Raja Loloda Mokoagow menuruti permintaan Tonaas Wangko Oki, yaitu tanah luas yang terhampar dari Sungai Ranoyapo hingga Sungai Poigar sebagai dooho (mas kawin). Hamparan tanah tersebut adalah wilayah yang sudah lama menjadi sengketa antara Minahasa dan Bolmong. Permohonan Tonaas Wangko Oki disetujui Raja Loloda Mokoagow kemudian mereka berdua melangsungkan perkawinan. Dengan ditetapkannya batas antara Minahasa dan Bolmong yaitu Sungai Poigar di sebelah Barat dan Sungai Buyat di sebelah timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kawin dengan Raja Loloda Mokoagow, kepada Tonaas Wangko Oki diberikan gelar ratu karena sudah menjadi istri seorang raja. Sejak itu mereka tinggal dan menetap di Benteng Portugis, kompleks Gereja Sentrum Amurang. Kemudian Raja Loloda Mokoagow mendirikan sebuah pesanggrahan sebagai tempat istirahat di wilayah kerajaannya yang terletak di pelabuhan alam pantai utara. Tempat itu dinamakan Labuhan Oki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun pemerintahan Ratu Oki terus mengalami kemajuan pesat. Rakyatnya hidup makmur, aman dan tentram, ditopang oleh pasukan keamanan yang kuat. Bahkan kekuatan pasukan keamanan Ratu Oki sampai diketahui Raja Buitenzorg (Bogor) kemudian memohon bantuan agar kiranya dapat mengirim tentara Ratu Oki untuk memperkuat pasukan kerajaan Buitenzorg. Sebagai ucapan terima kasih, Raja Buitenzorg memberikan hadiah berupa uang dan medali sebesar teluritik yang terbuat dari berlian, di dalamnya bertuliskan Hadiah Raja Buitenzorg kepada RatuTonsawang atas bantuan dan jasanya kepada Raja Buitenzorg (P.A. Gosal, Ratu Oki, Srikandi Minahasa 2000).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang Patokan Melawan Belanda&lt;br /&gt;Dengan diterimanya kontrak perjanjian 10 Januari 1679 yang dibuat Belanda, itu berarti Minahasa mengakui kekuasaan Belanda. Tetapi para Ukung dari Bantik, Tonsawang, Ratahan, Pasan dan Ponosakan tidak mau menerima perjanjian tersebut. Pihak Belanda beberapa kali mengadakan pendekatan dengan para Ukung di wilayah Patokan agar menerima perjanjian itu seperti halnya dengan para Ukung Minahasa lainnya. Sebagai tindak lanjut dari desakan pihak Belanda, maka pemimpin keempat Walak masing-masing: Ukung Rugian kepala Walak Tonsawang, Ukung Lokke kepala Walak Pasan, Ukung Watah kepala Walak Ratahan dan Ukung Mokolensang kepala Walak Ponosakan, sepekat mengadakan musyawarah, namun keputusannya tetap menolak perjanjian 10 Januari 1679 karena dianggap hanya menguntungkan pihak Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat keteguhan prinsip mereka, pihak Belanda mengutus suatu pasukan di bawah pimpinan Sersan Smith melalui ekspedisi dengan kelengkapan perang melalui dua jalur, yaitu jalan darat dari sebelah utara dan laut melalui pelabuhan Belang untuk menggempur keempat wilayah itu. Walak Ratahan dan Ponosakan mendapat serangan mula-mula. Penduduk mengadakan perlawanan tetapi pasukan Belanda yang menggunakan perlengkapan perang yang modern saat itu, berhasil menghancurkan negeri Ratahan dan korban berjatuhan. Peristiwa yang sama juga terjadi di Ponosakan. 5 orang waraney dari Ratahan dan Ponosakan gugur. Dari Ratahan pasukan Belanda melanjutkan perjalanan menuju ke wilayah Walak Pasan dan Tonsawang. Setiba di Liwutung, pasukan dari Pasan dan Tonsawang langsung menghadang dan mengadakan perlawanan terhadap pasukan Belanda sehingga 40 penduduk bersama 5 orang Waraney gugur. Sejak saat itu wilayah Walak Ratahan, Ponosakan, Pasan dan Tonsawang secara resmi menerima perjanjian dengan Belanda, sama seperti Walak lainnya di Minahasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabupaten Minahasa Tenggara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal perjuangan pembentukan Kabupaten Minahasa Tenggara sudah mulai menggema sejak 1985, ketika anggota DPRD Kabupaten Minahasa saat itu mengadakan kunjungan ke wilayah selatan Kabupaten Minahasa, dimana beberapa tokoh masyarakat setempat mendesak agar Kabupaten Minahasa Selatan segera dijadikan sebagai daerah otonom. Bersamaan dengan itu aspirasi yang berkembang di Kecamatan Ratahan, Belang, dan Tombatu menginginkan agar wilayah itu layak diperjuangkan menjadi Kabupaten Minahasa Tenggara. Melalui sidang pleno DPRD Minahasa pada 11 Oktober 1985, berhasil memutuskan tentang pemekaran Kabupaten Minahasa Tenggara yang mendapat persetujuan dari pemerintah Kabupaten Minahasa saat itu yang diwakili oleh Sekwilda, Drs SH Sarundajang. Tetapi usulan itu tidak disetujui pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, dengan alasan bahwa pemekaran itu belum mendesak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2003 beberapa tokoh masyarakat di wilayah tenggara Minahasa kembali memperjuangkan Kabupaten Minahasa Tenggara, Januari 2004, terbentuklah Panitia Perjuangan Pembentukan Kabupaten Minahasa Tenggara (PPPKMT) dengan ketua, Dirk Tolu SH MH, Sekretaris Arce Manawan SE dan Bendahara Julius Toloiu SE. Sebulan kemudian PPPKMT mengajukan surat ke DPRD Kabupaten Minahasa dan Penjabat Bupati Kebupaten Minahasa Selatan, perihal pengusulan pembentukan Kabupaten Minahasa Tenggara. Sebagai tindak lanjut, Maret 2004, DPRD Kabupaten Minahasa membentuk panitia khusus dengan ketua Julius EA Tiow, Sekretaris Musa Rondo dengan anggota Ronald Andaria SAg dan Herman Tambuwun mengadakan kunjungan kerja ke wilayah Minahasa Tenggara untuk menampung aspirasi masyarakat. Selanjutnya Panitia Khusus DPRD Minahasa bertemu dengan Penjabat Bupati Minahasa Selatan Drs RM Luntungan untuk melaporkan tentang aspirasi masyarakat Minahasa Tenggara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memberikan dukungan moril terhadap perjuangan pembentukan Kabupaten Minahasa Tenggara, 31 Januari 2006 terbentuk Forum Pendukung Perjuangan Pembentukan Kabupaten Minahasa Tenggara (FP3K MT) dengan ketua, Johanis Jangin SE, Sekretaris Teddy Rugian SSos yang nantinya mempresur politik ke pihak pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan, Provinsi Sulawesi Utara dan pusat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya secara berturut-turut, 29 Mei 2006 kunjungan Panitia AD HOC I Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI yang terdiri dari Hj Sri Kadarwati Aswin, Ir Marhany Pua, Lundu Panjaitan SH, Drs H Al Rasyid, Drs KH Marwan Aidid dan seorang staf, Mohamad Ilyas SIP. 27 Juni 2006, anggota Komisi II DPR RI, masing-masing Dr Abdul Gafur, Suyuti, Suyana beserta staf ahli DPR RI Yanuwar dan tim Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah (DPOD) pada 10 Agustus 2006, semuanya dalam rangka mengadakan peninjauan tentang kelayakan Minahasa Tenggara untuk menjadi sebagai kabupaten baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 8 Desember 2006, di hadapan ratusan masyarakat Minahasa Tenggara yang hadir di gedung senayan Jakarta, dalam sidang paripurna DPR RI mengesahkan terbentuknya Kabupaten Minahasa Tenggara. Untuk menjalankan roda pemerintahan, pada 23 Mei 2007, Menteri Dalam Negeri Ad Interm, Widodo AS melantik Drs Albert Pontoh MM sebagai penjabat Bupati Kabupaten Minahasa Tenggara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tou Patokan Dalam Ke-Minahasa-an&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati secara pemerintahan Minahasa Tenggara sudah menjadi daerah otonom, namun sebagai satu kesatuan yang utuh dari Minahasa, maka seharusnya kita memahami makna yang terkandung dalam konteks Minahasa. Sebagaimana hasil musyawarah di Watu Pinawetengan 1428 atau Deklarasi Maesa II, yaitu nama Malesung diubah menjadi Nima Esa, Mina Esa, (Minahasa), artinya: ‘’Ya Setuju Semua Menjadi Satu’’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Minahasa mengandung suatu kesepakatan mulia dari para leluhur melalui musyarawarah dengan ikrar bahwa segenap tou Minahasa dan keturunannya akan selalu seia sekata dalam semangat budaya Sitou Timou Tumou Tou. Dengan kata lain tou Minahasa akan tetap bersatu (maesa) dimanapun ia berada dengan dilandasi sifat maesa-esaan (saling bersatu, seia sekata), maleo-leosan (saling mengasihi dan menyayangi), magenang-genangan (saling mengingat), malinga-lingaan (saling mendengar), masawang-sawangan (saling menolong) dan matombo-tomboloan (saling menopang). Inilah landasan satu kesatuan tou Minahasa yang kesemuanya bersumber dari nilai-nilai tradisi budaya asli Minahasa (Richard Leirissa, Manusia Minahasa, 1995).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai hasil dari peradaban, pendidikan dan budaya yang selalu ingin maju, sejak permulaan abad ke-19 tou Minahasa, di dalamnya tou Patokan bagaikan eksodus meninggalkan tanah leluhur, pergi ke berbagai pelosok Hindia Belanda (nusantara) menjadi sebagai guru injil dan guru sekolah, pengawas perkebunan pemerintah dan pegawai perusahaan swasta milik orang-orang Eropa di Jawa, pegawai pemerintahan, polisi dan tentara KNIL. Selain itu tou Minahasa menjadi pegawai pelayaran, jawatan kereta api, perusahaan minyak, mendirikan pers melayu di antaranya Koran Jawa, Kabar Perniagaan (1903) dan Jawa Tengah (1913) (David E.F. Henley Nasionalism And Regionalisme In Minahasa, 1996). Selanjutnya banyak di antaranya perantauan yang menggeluti profesi modern, seperti dokter, pengacara, insinyur, politikus dan pengusaha yang tersebar di berbagai tempat. Darinya, tou Minahasa termasuk pemerintah, menghormati setinggi-tingginya atas segala hasil usaha putra-putri Minahasa karena dengan saling bahu-membahu telah membawa kemajuan peradaban bagi sesama yang terkebelakang di kepulauan nusantara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati demikian dimanapun dan dalam keadaan apapun ia berada, tou Minahasa dengan bangga akan berkata,’’saya adalah orang Indonesia asal Minahasa, anak cucu Toar Lumimuut, putra-putri Kawanua’’. Pengembaraan tou Minahasa ke seluruh penjuru dunia telah memberinya berbagai pengalaman sosial, ekonomi, politik dan budaya berbagai bangsa, sekaligus tentang kesuksesan dan kegagalan yang kesemuanya dapat menjadi wacana dalam kerangka mencari jati diri tou Minahasa yang hakiki, yaitu tou ngaasan (pinter), tou beatean (beriman) dan tou keter (kuat dan bertanggung jawab).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musyawarah Watu Pinawetengan di kaki Gunung Tonderukan, kini sudah membilang berabad-abad lamanya. Dalam kurun waktu teramat panjang, telah terbentang selaksa peristiwa silih berganti bagaikan pelangi yang menghiasi sejarah perjalanan hidup tou Minahasa. Hal ini berarti ke-minahasaan tetap dijiwai dalam ke-indonesia-an, bahkan dalam kemancanegaraan bagi setiap tou Minahasa dimanapun ia berada, sebagai bagian dari satu kesatuan Minahasa yang utuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian makna tou Patokan dalam konteks tou Minahasa; adalah menyangkut jiwa, kepribadian dan jati diri tou Minahasa. Jiwa, karena merupakan suatu yang utama, menjadi sumber tenaga dan kehidupan; di dalamnya mencakup seluruh keseutuhan perasaan batin, pikiran dan angan-angan, sehingga ia merupakan roh kehidupan dari setiap tou Minahasa. Sebagai kepribadian, karena ia merupakan seluruh dari sifat-sifat dan watak dari tou Minahasa, dan sebagai jati diri karena ia merupakan sesuatu yang asli dan murni sebagai ciri atau tanda pengenal tou Minahasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil karya tou Minahasa/tou Patokan sebagai perwujudan dari potensi cipta, rasa, dan karsa itulah yang disebut sebagai budaya Minahasa dan sebagaimana layaknya suatu budaya, ia mengandung nilai-nilai dan norma-norma yang kemudian diaktakan dalam bentuk praktis yaitu suatu kekayaan rohani berupa pemikiran, yang kemudian diwujudkan dalam setiap ucapan dan perbuatan keseharian hidup sebagai tou Minahasa.#&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Tou Mitra, pemerhati sejarah budaya Minahasa&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8503355467191503943-3318024380135328761?l=bmi-btg.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bmi-btg.blogspot.com/feeds/3318024380135328761/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bmi-btg.blogspot.com/2009/03/tou-pasan-tonsawang-ponosakan-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8503355467191503943/posts/default/3318024380135328761'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8503355467191503943/posts/default/3318024380135328761'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bmi-btg.blogspot.com/2009/03/tou-pasan-tonsawang-ponosakan-dan.html' title='SUKU MINAHASA'/><author><name>DHR.TENGOR,SH.</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_fanS1_MLG34/S-5ypHMA6oI/AAAAAAAABF8/oRXKuPBgTsA/S220/Eric+modified.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8503355467191503943.post-4294433634446706299</id><published>2009-03-03T20:14:00.000+07:00</published><updated>2009-03-03T21:02:50.636+07:00</updated><title type='text'>WALAK</title><content type='html'>Oleh: Jessy Wenas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walak dan Pakasa'an&lt;br /&gt;Pengertian walak menurut kamus bahasa Tontemboan yang dikutip Prof G.A. Wilken tahun 1912 dapat berarti:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Cabang keturunan&lt;br /&gt;2. Rombongan Penduduk&lt;br /&gt;3. Bahagian Penduduk&lt;br /&gt;4. Wilayah kediaman cabang keturunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi Walak mengandung dua pengertian yakni Serombongan penduduk secabang keturunan dan wilayah yang didiami rombongan penduduk secabang keturuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala walak artinya pemimpin masyarakat penduduk secabang keturunan,&lt;br /&gt;Tu’ur Imbalak artinya wilayah pusat kedudukan tempat pertama sebelum masyarakat membentuk cabang-cabang keturuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mawalak artinya membahagi tanah sesuai banyaknya cabang keturunan.&lt;br /&gt;Ipawalak artinya membahagi tanah menurut jumlah anak generasi pertama, tidak termasuk cucu dan cicit.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Penelitian G.A. Wilken ini membantah laporan residen Belanda Wensel yang menulis bahwa arti kata Walak dari bahasa Melayu Balok karena Kapala Walak Minahasa harus menyediakan Balok kayu untuk pemerintah Hindi Belanda abad 18. Kata Walak adalah kata Minahasa asli di wilayah Tontemboan, Tombuluk, Tonsea dan Tondano. Jumlah Walak di Minahasa sebelum jaman Belanda tahun 1679 tidak kita ketahui, ketika Minahasa mengikat perjanjian dengan VOC Belanda, terdapat 20 Walak di Minahasa. Memasuki abad 19, jumlah Walak di Minahasa ada 27.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggabungan beberapa Walak yang punya ikatan keluarga dan dialek bahasa serta “Peposanan” membentuk satu “pakasa’an sehingga kepala-kepala Walak Pakasa’an Tombulu abad 17 haruslah keturunan dotu Supit, Lontoh dan Paat. Pakasa’an tertua menurut “A’asaren Tuah Puhuhna” tulisan J.G.F. Riedel tahun 1870 adalah Toungkimbut di wilayah selatan Minahasa sampai Mongondouw, Tountewoh di Tombatu sampai ke utara pantai Likupang disebelah timur Minahasa dan Tombulu dibelahan barat Minahasa dari Sarongsong sampai pantai utara Minahasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut cerita beberapa tetua keluarga Minahasa, masih ada dua Pakasa’an dalam cerita tua Minahasa yang pergi ke wilayah Gorontalo (sekarang ini turunan opok Suawa) dan Tou-Ure yang tinggal menetap di pengunungan Wulur – Mahatus. Tou-Ure artinya orang lama. Menurut teori pembentukan masyarakat pendukung jaman batu besar atau “megalit” tulisan Drs. Teguh Asmar dalam makalahnya “Prasejarah Sulawesi Utara” tahun 1986. Jaman Megalit terbentuk sekitar 2500 tahun sebelum Masehi, contoh jaman batu besar adalah memusatkan upacara adat di batu-batu besar seperti Watu Pinawetengan. Jaman batu baru atau jaman Neoit di Sulawesi Utara dimulai tahun Milenium pertama sebelum masehi atau sekitar seribu tahun sebelum masehi. Contohnya pembuatan batu kubur Waruga. Pada waktu itu orang Minahasa yang berbudaya Malesung telah mengenal pemerintahan yang teratur dalam bentuk kelompok Taranak secabang keturunan misalnya turunan opok Soputan, Makaliwe, Mandei, Pinontoan, Mamarimbing, pemimpin tertinggi mereka adalah yang bergelar Muntu-Untu, yang memimpin musyarah di Batu Pinwetengan pada abad ke – 7.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakasa’an Tou-Ure kemungkinan tidak ikut dalam musyawarah di Pinawetengan untuk berikrar satu keturunan Toar dan Lumimuut dimana semua Pakasa’an menyebut dirinya Mahasa asal kata Esa artinya satu, hingga Tou-Ure dilupakan dalam cerita tua Minahasa. Belum dapat ditelusuri pada abad keberapa pakasa’an Tountewo pecah dua menjadi Pakasa’an Toundanou dan Tounsea hingga Minahasa memiliki empat Pakasa’an . Yakni Toungkimbut berubah menjadi Toumpakewa, Toumbuluk, Tonsea dan Toundanou. Kondisi Pakasa’an di Minahasa pada jaman Belanda terlihat sudah berubah lagi dimana Pakasa’an Tontemboan telah membelah dua wilayah Pakasa’an Toundanouw (lihat gambar) dan telah lahir pakasa’an Tondano, Touwuntu dan Toundanou. Pakasa’an Tondano teridiri dari walak Kakas, Romboken dan Toulour. Pakasa’an Touwuntu terdiri dari walak Tousuraya dan Toulumalak yang sekarang disebut Pasan serta Ratahan. Pakasa’an Toundanou terdiri dari walak Tombatu dan Tonsawang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wilayah walak Toulour agak lain karena selain meliputi daratan juga membahagi danau Tondano antara sub-walak Tounour yakni Touliang dan Toulimambot. Yang tidak memiliki Pakasa’an adalah walak Bantik yang tersebar di Malalayang, Kema dan Ratahan bahkan ada di Mongondouw-walaupun etnis Bantik juga keturunan Toar dan Lumimuut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut legenda etnis Bantik jaman lampau terlambat datang pada musyawarah di batu Pinawetengan. Ada tiga nama dotu Muntu-Untu dalam legenda Minahasa yakni Muntu-Untu abad ke-7 asal Toungkimbut (Tontemboan). Muntu-Untu abad 12 asal Tonsea-menurut istilah Tonsea. Dan Muntu-Untu abad 15 jaman Spanyol berarti ada tiga kali musyawarah besar di batu Pinawetengan untuk berikrar agar tetap bersatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ratahan, Pasan, Ponosakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan data utama dari tulisan ini diambil dari buku terbitan tahun 1871. Pada awal abad 16 wilayah Ratahan ramai dengan perdagangan dengan Ternate dan Tidore, pelabuhannya disebut Mandolang yang sekarang bernama Belang. Pelabuhan ini pada waktu itu lebih ramai dari pelabuhan Manado. Terbentuknya Ratahan dan Pasan dikisahkan sebagai berikut; pada jaman raja Mongondouw bernama Mokodompis menduduki wilayah Tompakewa, lalu Lengsangalu dari negeri Pontak membawa taranaknya pindah ke wilayah “Pikot” di selatan Mandolang-Bentenan (Belang). Lengsangalu punya dua anak lelaki yakni Raliu yang kemudian mendirikan negeri Pelolongan yang kemudian jadi Ratahan, dan Potangkuman menikah dengan gadis Towuntu lalu mendirikan negri Pasan. Negeri Toulumawak dipimpin oleh kepala negeri seorang wanita bersuami orang Kema Tonsea bernama Londok yang tidak lagi dapat kembali ke Kema karena dihadang armada perahu orang Tolour.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena orang Ratahan bersahabat dengan Portugis maka wilayah itu diserang bajak laut “Kerang” (Philipina Selatan) dan bajak laut Tobelo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Walak pada waktu itu bernama Soputan mendapatkan bantuan tentara 800 orang dari Tombulu dipimpin Makaware dan anak lelakinya bernama Watulumanap. Selesai peperangan pasukan Tombulu kembali ke Pakasa’annya tapi Watulunanap menikah dengan gadis Ratahan dan menjadi kepala Walak menggantikan Soputan yang telah menjadi buta. Antara Minahasa dengan Ternate ada dua pulau kecil bernama Mayu dan Tafure. Kemudian kedua pulau tadi dijadikan pelabuhan transit oleh pelaut Minahasa. Waktu itu terjadi persaingan Portugis dan Spanyol dimana Spanyol merebut kedua pulau tersebut. Pandey asal Tombulu yang menjadi raja di pulau itu lari dengan armada perahunya kembali ke Minahasa, tapi karena musim angin barat lalu terdampar di Gorontalo. Anak lelaki Pandey bernama Potangka melanjutkan perjalanan dan tiba di Ratahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Ratahan, dia diangkat menjadi panglima perang karena dia ahli menembak meriam dan senapan Portugis untuk melawan penyerang dari Mongondouw di wilayah itu. Tahun 1563 diwilayah Ratahan dikenal orang Ternate dengan nama “Watasina” karena ketika diserang armada Kora-kora Ternate untuk menhalau Spanyol dari wilayah itu (buku “De Katholieken en hare Missie” tulisan A.J. Van Aernsbergen). Tahun 1570 Portugis dan Spanyol bersekongkol membunuh raja Ternate sehinga membuat keributan besar di Ternate. Ketika itu banyak pedagang Islam Ternate dan Tidore lari ke Ratahan. Serangan bajak laut meningkat di Ratahan melalui Bentengan, bajak laut menggunakan budak-budak sebagai pendayung. Para budak tawanan bajak laut lari ke Ratahan ketika malam hari armada perahu bajak laut dirusak prajurit Ratahan – Pasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan sementara yang dapat kita ambil dari kumpulan cerita ini adalah&lt;br /&gt;1. Penduduk asli wilayah ini adalah Touwuntu di wilayah dataran rendah sampai tepi pantai Toulumawak di pegunungan, mereka adalah keturunan Opok Soputan abad ke-tujuh.&lt;br /&gt;2. Nama Opok Soputan ini muncul lagi sebagai kepala walak wilayah itu abad 16 dengan kepala walak kakak beradik Raliu dan Potangkuman&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;3. Penduduk wilayah ini abad 16 berasal dari penduduk asli dan para pendatang dari Tombulu, Tompakewa (Tontemboan), Tonsea, Ternate dan tawanan bajak laut mungkin dari Sangihe.&lt;br /&gt;Peperangan besar yang melanda wilayah ini menghancurkan Pakasa’an Touwuntu yang terpecah menjadi walak–walak kecil yang saling berbeda bahasa dan adat kebiasaan yakni Ratahan, Pasan, Ponosakan. Masyarakat Kawanua Jakarta mengusulkan agar wilayah ini dikembalikan lagi menjadi Pakasa’an dengan satu nama Toratan (Tou Ratahan-Pasan-Ponosakan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena negeri-negeri orang Ratahan, Pasan, Ponosakan saling silang, berdekatan seperti butir padi, kadele dan jagung giling yang diaduk menjadi satu. Penduduk wilayah ini memang sudah kawin-mawin sejak pemerintahan dotu Maringka akhir abad 18.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8503355467191503943-4294433634446706299?l=bmi-btg.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bmi-btg.blogspot.com/feeds/4294433634446706299/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bmi-btg.blogspot.com/2009/03/walak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8503355467191503943/posts/default/4294433634446706299'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8503355467191503943/posts/default/4294433634446706299'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bmi-btg.blogspot.com/2009/03/walak.html' title='WALAK'/><author><name>DHR.TENGOR,SH.</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_fanS1_MLG34/S-5ypHMA6oI/AAAAAAAABF8/oRXKuPBgTsA/S220/Eric+modified.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8503355467191503943.post-4512735910119902069</id><published>2009-03-03T19:20:00.001+07:00</published><updated>2009-03-03T21:04:02.669+07:00</updated><title type='text'>TOAR DAN LUMIMUUT</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_fanS1_MLG34/Sa0zhSOg4yI/AAAAAAAAAbI/rqVg8SAA0RU/s1600-h/ToarLumimuut.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 176px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_fanS1_MLG34/Sa0zhSOg4yI/AAAAAAAAAbI/rqVg8SAA0RU/s200/ToarLumimuut.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5308956182661096226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Versi: Aneke Sumarauw Pangkerego&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dahulu kala, di pantai barat Pengunungan Wulur Mahatus terdapat sebuah batu karang yang bagus bentuknya. Batu karang itu tidak dihiraukan orang karena memang belum ada manusia di sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika dimusim kemarau, cahaya matahari begitu menyengat sehingga batu karang itu mengeluarkan keringat. Pada saat itu pula, terciptalah seorang wanita yang cantik. Namanya Karema, Ia berdiri sambil menadahkan tangan ke langit dan berdoa, “O, Kasuruan Opo e wailan wangko.” Artinya “Oh Tuhan yang maha besar, jika Kau berkenan, nyatakanlah di mana aku berada serta berikanlah teman hidup untukku”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai mengucapkan doa, batu karang itupun terbelah menjadi dua dan mencullah seorang wanita cantik. Karema pun tidak sendiri lagi. Ia berkata kepada wanita itu, “Karena kau tercipta dari batu yang berkeringat, engkau kuberi nama Lumimuut., Keturunanmu akan hidup sepanjang masa dan bertambah seperti pasir di pantai laut, Akan tetapi, kamu harus bekerja keras memeras keringat”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari, Karema menyuruh putrinya yang cantik molek itu menghadap ke selatan agar ia hamil dan memberikan keturunan. Lumimuut pun melaksanakan perintah ibunya, tetapi tidak terjadi suatu apapun, Karena ke arah selatan tidak berhasil, Lumimuut disuruh mengadap ke arah timur, barat, dan utara. Hal inipun didak membawa hasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian upacara diadakan lagi. Lumimuut disuruh menghadap kearah barat yang sedang berembus angin kencang. Lama-kelamaan, setelah upacara selesai, badan Lumimuut menjadi lain. Ternyata Lumimuut sudah hamil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama hamil, Lumimuut selalu dijaga dan dirawat dengan penuh kasih sayang oleh Karema. Ketika saatnya tiba, Lumimuut pun melahirkan anak laki laki yang diberi nama Toar. Toar pun diberi pengetahuan dan kemampuan seperti yang dimiliki Karema.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertumbuhan badan toar sangat cepat. Bentuk tubuhnya besar, kuat, kekar, dan perkasa. Di belantara hutan, Toar tidak takut dan tidak dapat ditaklukkan oleh anoa, babi rusa, maupun ular.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Setelah Toar dewasa, berkatalah Karema kepada Toar dan Lumimuut, “Sekarang sudah saatnya kalian berdua mengembara mengelilingi dunia. Aku sudah menyediakan dua tongkat sama panjang. Tongkat untuk Toar terbuat dari pohon tuis dan tongkat untuk Lumimuut terbuat dari pohon tawaang. Kalau nanti dalam pengembaraan, kalian bertemu dengan seseorang baik pria maupun wanita membawa tongkat seperti ini, bandingkanlah dengan tongkat kalian. Kalau tongkat kalian sama panjang, berarti kalian masih terikat keluarga. Akan tetapi, bila tongkat itu berbeda dan tidak lagi sama panjang, kalian boleh membentuk rumah tangga. Semoga hal ini terjadi dan kalian akan menghasilkan keturunan. Keturunan kalian akan hidup terpisah oleh gunung dan hutan rimba. Namun, akan tetap ada kemauan untuk bersatu dan berjaya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nuwu (amanat) Karema menjadi bekal bagi Lumimuut dan Toar dalam pengembaraan mereka. Gunung dan bukit mereka daki Lembah dan ngarai mereka lalui. Toar ke arah utara dan Lumimuut ke arah selatan. Tuis di tangan Toar bertambah panjang, tetapi tawaang di tangan Lumimuut tetap seperti biasa,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu malam bulan purnama, di tengah kilauan sinar bulan, bertemulah Toar dengan Lumimuut. Sesuai amanat Karema, merekapun membandingkan tongkat masing masing. Ternyata, tongkat mereka tidak sama panjang lagi sehingga upacara pernikahan pun dilaksanakan. Bintang dan bulan sebagai saksi. Puncak gunung tempat pelaksanaan upacara tampak bagaikan bola emas. Gunung itu kemudian dinamakan Lolombulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah upacara pernikahan, mereka pun mencari Karema. Akan tetapi, ia tidak ditemukan. Kemudian, mereka menetap di daerah pegunungan yang banyak ditumbuhi buluh tui (buluh kecil). Disanalah mereka beranak cucu. Keturunan demi keturunan, kembar sembilan (semakarua siyouw), dua kali sembilan. Kelahiran keturunan itu selalu disambut bunyi siul burung wala (doyot) yang dipercaya sebagai pertanda memperoleh limpah dan berkat karunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita ini dapat digolongkan pada legenda. Banyak penduduk Minahasa menganggap cerita ini sebagai suatu kebenaran walaupun untuk membuktikan kebenarannya hampir tidak mungkin. Pesan moral yang terkandung dalam cerita ini adalah hendaknya kita ingat petuah orang tua. Selain itu, walaupun kita wanita cantik atau pemuda perkasa, kendaklah kita selalu bekerja keras agar dapat hidup layak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dipetik dari: Buku Cerita rakyat dari Minahasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Aneke Sumarauw Pangkerego&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8503355467191503943-4512735910119902069?l=bmi-btg.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bmi-btg.blogspot.com/feeds/4512735910119902069/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bmi-btg.blogspot.com/2009/03/toar-dan-lumimuut.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8503355467191503943/posts/default/4512735910119902069'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8503355467191503943/posts/default/4512735910119902069'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bmi-btg.blogspot.com/2009/03/toar-dan-lumimuut.html' title='TOAR DAN LUMIMUUT'/><author><name>DHR.TENGOR,SH.</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_fanS1_MLG34/S-5ypHMA6oI/AAAAAAAABF8/oRXKuPBgTsA/S220/Eric+modified.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_fanS1_MLG34/Sa0zhSOg4yI/AAAAAAAAAbI/rqVg8SAA0RU/s72-c/ToarLumimuut.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8503355467191503943.post-1208913641366073367</id><published>2009-03-03T18:38:00.000+07:00</published><updated>2010-05-16T03:38:39.759+07:00</updated><title type='text'>BRIGADE MANGUNI</title><content type='html'>KOMANDO TONAAS :&lt;br /&gt;1. Seluruh Anggota BM tetap menjaga keutuhan NKRI&lt;br /&gt;2. Seluruh Anggota BM turut menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan sekitarnya&lt;br /&gt;3. Seluruh Anggota BM siap sedia setiap saat mengemban tugas organisasi&lt;br /&gt;4. Seluruh Anggota BM harus setia pada AD dan ART BM&lt;br /&gt;5. Tunggu perintah selanjutnya .......&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8503355467191503943-1208913641366073367?l=bmi-btg.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bmi-btg.blogspot.com/feeds/1208913641366073367/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bmi-btg.blogspot.com/2009/03/brigade-manguni.html#comment-form' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8503355467191503943/posts/default/1208913641366073367'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8503355467191503943/posts/default/1208913641366073367'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bmi-btg.blogspot.com/2009/03/brigade-manguni.html' title='BRIGADE MANGUNI'/><author><name>DHR.TENGOR,SH.</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_fanS1_MLG34/S-5ypHMA6oI/AAAAAAAABF8/oRXKuPBgTsA/S220/Eric+modified.jpg'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8503355467191503943.post-4593564006199477356</id><published>2009-03-03T12:54:00.009+07:00</published><updated>2010-05-16T15:15:28.332+07:00</updated><title type='text'>KONTAK KAMI</title><content type='html'>&lt;img src="http://i386.photobucket.com/albums/oo310/dhrtengor/email4.gif" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengunjung Blog BM yang budiman.&lt;br /&gt;Kami dengan terbuka menerima pertanyaan, saran, kritik yang konstruktif.&lt;br /&gt;Kami juga siap menerima bahan tulisan untuk diposting di Blog BM ini.&lt;br /&gt;Kami siap memberikan jawaban dan penjelasan.&lt;br /&gt;Kami persilakan mengisi kotak KOMENTAR dibawah ini.&lt;br /&gt;Atau bisa Via Email : &lt;br /&gt;dhrtengor@yahoo.co.id&lt;br /&gt;kawanualaw@yahoo.com&lt;br /&gt;suluun@yahoo.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam hangat kami&lt;br /&gt;"&lt;b&gt;I YAYAT U SANTI&lt;/b&gt; !!!"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8503355467191503943-4593564006199477356?l=bmi-btg.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bmi-btg.blogspot.com/feeds/4593564006199477356/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bmi-btg.blogspot.com/2010/01/kontak-kami.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8503355467191503943/posts/default/4593564006199477356'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8503355467191503943/posts/default/4593564006199477356'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bmi-btg.blogspot.com/2010/01/kontak-kami.html' title='KONTAK KAMI'/><author><name>DHR.TENGOR,SH.</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_fanS1_MLG34/S-5ypHMA6oI/AAAAAAAABF8/oRXKuPBgTsA/S220/Eric+modified.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8503355467191503943.post-2457266479582258637</id><published>2008-05-18T00:55:00.000+07:00</published><updated>2010-05-18T01:01:28.061+07:00</updated><title type='text'>BRIGADE MANGUNI: BRIGADE MANGUNI GO INTERNASIONAL</title><content type='html'>&lt;a href="http://bmi-btg.blogspot.com/2010/05/brigade-manguni-go-internasional.html"&gt;BRIGADE MANGUNI: BRIGADE MANGUNI GO INTERNASIONAL&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8503355467191503943-2457266479582258637?l=bmi-btg.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://bmi-btg.blogspot.com/2010/05/brigade-manguni-go-internasional.html' title='BRIGADE MANGUNI: BRIGADE MANGUNI GO INTERNASIONAL'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bmi-btg.blogspot.com/feeds/2457266479582258637/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bmi-btg.blogspot.com/2010/05/brigade-manguni-brigade-manguni-go.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8503355467191503943/posts/default/2457266479582258637'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8503355467191503943/posts/default/2457266479582258637'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bmi-btg.blogspot.com/2010/05/brigade-manguni-brigade-manguni-go.html' title='BRIGADE MANGUNI: BRIGADE MANGUNI GO INTERNASIONAL'/><author><name>DHR.TENGOR,SH.</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_fanS1_MLG34/S-5ypHMA6oI/AAAAAAAABF8/oRXKuPBgTsA/S220/Eric+modified.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
