Have an account?

Rabu, 26 Mei 2010

TONAAS WANGKO BRIGADE MANGUNI KECAM KEHADIRAN TIM DEPKUM & HAM

Sikap Ormas Adat Brigade Manguni yang menentang penggantian Logo Kabupaten Minahasa Tenggara (MITRA) dari burung MANGUNI ke Burung Merpati tetap konsisten. Hal ini dapat dilihat dari sikap aksi-aksi Demo yang dilakukan Ormas Brigade Manguni.

Baru-baru ini sikap menentang penggunaan Logo "PEMULIHAN" dengan gambar burung Merpati ditunjukan Tonaas Wangko Brigade Manguni DECKY MAENGKOM dengan mengecam kehadiran Tim dari Departemen Hukum dan HAM baru-baru ini. Kehadiran Tim dari DepKum & HAM adalah menindak lanjuti Konsultasi Pemkab Mitra yang mempermasalahkan Pembatalan Mendagri terhadap Perda Logo Kabupaten MITRA.
Tim DepKum & HAM yang seharusnya datang langsung ke Daerah Mitra batal datang dan memilih pertemuan dengan Pemkab Mitra diadakan di Manado karena Ormas BM sedang menunggu di Mitra untuk melakukan Demo Penolakan.
DECKY MAENGKOM menuding Bupati Mitra TELLY TJANGGULUNG ingin menghancurkan Adat Minahasa. "Seharusnya Bupati Mitra harus menghormati keputusan Mendagri. Sesuai dengan Perda, lambang Merpati telah ditolak Pemerintah Pusat, lewat surat Kepmendagri Februari lalu" tandas Tonaas BM, Decky Maengkom. Ia menambahkan, Brigade Manguni sebagai Ormas Adat Minahasa menolak keras pemberlakuan Logo PEMULIHAN itu.
DECKY MAENGKOM, yang pada Musyawah Adat Wangko (Musawang) terpilih kembali sebagai Tonaas Wangko BM menyatakan bahwa sikap Telly Tjanggulung yang tetap ngotot mempertahankan Logo burung Merpati sebagai lambang Daerah Mitra bisa membuat instabilitas di Sulut. "Seharusnya Bupati legowo menerima aspirasi rakyatnya yang tetap menginginkan Lambang Mitra dikembalikan ke lambang yang lama yaitu MANGUNI. Dan bukan menciptakan suasana tidak kondusif antara Bupati dan rakyatnya sendiri" pungkas Decky Maengkom yang sangat disegani anggota BM.

2 komentar:

Anonim mengatakan...

Bupati Aneh.....

Anonim mengatakan...

nimboleh bgtu bupati p cara.

Poskan Komentar